Kota Malang, Bhirawa-MAN 2 Kota Malang terus mengukuhkan perannya sebagai episentrum madrasah unggulan di tanah air. Tidak hanya menyandang mandat sebagai madrasah unggulan akademik, madrasah riset, dan madrasah program unggulan nasional (MAN PUN), lembaga pendidikan di Jalan Bandung ini kian melesat memperluas jejaring global.
Di kancah internasional, MAN 2 Kota Malang telah menjalin kemitraan strategis melalui program Bridge bersama Departemen Pendidikan Australia. Reputasi tersebut kian dipertegas dengan terpilihnya MAN 2 Kota Malang ke dalam 47 percontohan nasional program Sekolah Unggulan Garuda Transformasi (Sekolah Garuda), yang diproyeksikan berkembang menjadi 100 sekolah rujukan nasional pada 2029 mendatang.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa sederet raihan prestasi institusi serta proses penantian predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) semata-mata diikhtiarkan untuk menjaga marwah lembaga, mengapresiasi dedikasi para guru, sekaligus membekali para siswa menghadapi persaingan masa depan.
”Prestasi yang kita raih tentu untuk kita semua; untuk madrasah, para guru, dan anak-anak didik sekarang maupun masa depan. Kami terus berupaya membuktikan bahwa madrasah memiliki kapasitas unggul, kompetensi mumpuni, akuntabilitas yang jelas, serta daya saing nyata di tingkat global,” terang H. Samsudin.
Menanggapi ketat dan kompetitifnya seleksi penerimaan peserta didik baru yang kerap dianggap momok sulit oleh masyarakat, H. Samsudin turut membagikan formula jitu bagi para calon siswa jenjang kelas IX MTs maupun SMP agar mampu bersaing secara optimal.
Menurutnya, terdapat dua kunci utama yang wajib dimatangkan calon pendaftar sejak dini:
Pertama, ketertiban dan kedisiplinan administrasi. Calon peserta didik wajib memastikan seluruh berkas persyaratan beres tanpa kekeliruan sejak awal pendaftaran, terutama validitas data Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) di pangkalan data resmi.
Kedua, penguasaan materi ujian dengan tingkat kesulitan lebih tinggi (grade up). H. Samsudin menjelaskan bahwa instrumen soal seleksi di MAN 2 Kota Malang dirancang inovatif dan lebih menantang dibandingkan materi kelas IX reguler demi memetakan potensi akademik calon peserta didik secara komprehensif.
”Kuncinya adalah niat yang sungguh-sungguh dan persiapan matang. Ketika siswa menguasai materi dasarnya dan terlatih menghadapi soal pengembangan dengan level sedikit di atas standar reguler, peluang untuk lolos terbuka lebar. Niat tulus dibarengi ikhtiar maksimal insyaallah membawa hasil terbaik,” pungkasnya.mut






