Kota Malang, Bhirawa-Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Malang ditutup dengan semarak bernuansa literasi khas pesantren. Berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang sukses menghelat Workshop dan Lomba Menulis Kisah Humor Santri yang melibatkan kontingen dari 12 ma’had se-Kota Malang, akhir pekan kemarin.
Agenda yang dihelat di aula MAN 2 Kota Malang ini menghadirkan penulis sekaligus humorolog Gus Bayhaqi Kadmi sebagai narasumber utama, didampingi pegiat literasi Anis Hidayatie. Dari puluhan karya fiksi maupun memoar jenaka santri yang masuk ke meja dewan juri, 18 naskah terbaik dinyatakan berhak memboyong medali penghargaan, rinciannya 3 medali emas, 6 perak, dan 9 perunggu.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan para santri merekam realitas unik keseharian pondok menjadi karya tulis bernilai seni dan edukatif.
“Peserta dari 12 ma’had ini sebelumnya telah mengikuti proses pembinaan intensif dari narasumber sebelum masuk ke tahap penjurian. Kami siapkan 18 medali sebagai bentuk apresiasi konkret atas daya cipta anak-anak kita agar mereka kian percaya diri dan bangga menulis,” ujar Samsudin di sela kegiatan.
Senada, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Gus Shampton, menegaskan bahwa kemampuan menulis santri dapat tumbuh pesat jika berangkat dari hal-hal sederhana di sekitar bilik asrama.
“Menulis itu bermula dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Guyonan dan interaksi khas pesantren justru menjadi materi yang sangat kaya, inspiratif, sekaligus menghibur jika dikemas lewat literasi yang baik,” tutur Gus Shampton.
Dari hasil rekapitulasi nilai dewan juri, perolehan medali emas berhasil disabet oleh Zafira Afrida Aqila Khanza (Ma’had Al-Qalam MAN 2 Kota Malang) lewat naskah Wah Salah Lagi! dengan torehan nilai 89, disusul Zahrah Izzatul Islami (Pesantren Tarbiyatul Iman) berkat karya Kain Kafan (nilai 88,2), serta Ramalingga Suharto (Ma’had Darul Hikmah) dengan judul Persiapan Matang Sang Bilal (nilai 88,1).
Pada kategori perak, apresiasi diraih oleh enam peserta, yakni Hanifah Nafisah (Ponpes Tarbiyatul Iman), Rumaisha Eshal Faiha (Ma’had Al-Qalam), Alphard Gisa Aqila (Ma’had Nawaina MTsN 2 Kota Malang), Jehan Putri Amelia (Ma’had Al-Qalam), Azza Malika K.R (Ma’had Al-Qalam), serta Mutiara Choirani Winarta Ramadhani (Ponpes Tarbiyatul Iman).
Sementara sembilan medali perunggu masing-masing dianugerahkan kepada Ashira Awena Rasyid (Ponpes Tarbiyatul Iman), Asma Nada Ulun Nuha (Ma’had Al-Qalam), Ayodhya Reevta (Ma’had Al-Qalam), Khansa’ Fatihah (Ponpes Tarbiatul Iman), Muhammad Syafi Marzuqi (Ma’had Al-Qalam), Ahmad Muzakki Putra Wahyudi (Ma’had Darul Hikmah), Dwi Ledys Salsabila Shafiy (Ma’had Al-Qalam), Zahirah (Ma’had Al-Qalam), serta satu naskah kurasi finalis ma’had.
Rangkaian penutupan turut dimeriahkan dengan penyerahan simbolis cenderamata buku antologi santri oleh Kepala MAN 2 Kota Malang kepada Kepala Kemenag Kota Malang sebagai wujud komitmen penguatan ekosistem literasi pesantren di Malang Raya.mut






