Kota Malang, Bhirawa– Komitmen mencetak generasi unggul tidak hanya ditujukan bagi para jawara sains dan riset nasional. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kini membuka karpet merah sekaligus peluang beasiswa pendidikan bagi para penghafal Al-Qur’an (tahfidz).
Kendati demikian, pendaftar jalur tahfidz tetap diwajibkan mengikuti uji kompetensi hafalan secara langsung. Langkah ini diambil guna memverifikasi kualitas dan kelancaran (mutqin) hafalan para calon peserta didik.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa syarat minimal untuk mendaftar melalui skema ini adalah menguasai minimal 10 juz. Verifikasi ketat diberlakukan menyusul tingginya animo para hafiz dan hafizah dari berbagai daerah yang bersaing masuk ke madrasah rujukan nasional tersebut.
”Untuk tahfidz, syarat minimal pendaftaran adalah 10 juz. Namun, mereka tidak serta-merta langsung lolos begitu saja. Harus melalui tahapan uji hafalan terlebih dahulu untuk memastikan kualitas dan kelancaran hafalannya,” terang H. Samsudin.
Rangkaian uji kompetensi tahfidz ini dilaksanakan berbarengan dengan seleksi jalur prestasi lainnya. Menariknya, pihak madrasah telah menyiapkan apresiasi khusus bagi calon siswa yang mampu membuktikan hafalan utuh 30 juz.
Peserta yang terbukti memiliki hafalan 30 juz dan dinyatakan lulus verifikasi tim penguji akan diganjar beasiswa pendidikan penuh selama satu tahun ajaran.
”Jika terbukti hafal 30 juz dan lulus ujian verifikasi, madrasah memberikan apresiasi beasiswa penuh selama 1 tahun. Mekanisme seleksi ini penting agar proses penjaringan tetap akuntabel, objektif, dan adil di tengah persaingan calon siswa yang sangat kompetitif,” pungkasnya.mut.






