Kota Malang, Bhirawa-Keberadaan koperasi modern dituntut tidak sekadar menjadi lembaga intermediasi keuangan, melainkan ekosistem pemberdayaan anggota secara utuh. Prinsip inilah yang dirasakan nyata oleh Sri Andayani (Ani), salah satu anggota Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Jawa Timur di Malang yang telah bergabung sejak 2011 silam.
Ani yang sehari-hari mengelola usaha kuliner bakso dan pangsit membuktikan bahwa akses permodalan yang sehat dan pendampingan berkelanjutan dari koperasi mampu memperluas skala usahanya. Usaha yang awalnya hanya dirintis dari kediamannya di kawasan Jalan Teluk Pelabuhan Ratu, kini merambah hingga memiliki gerai mandiri di area kantin kantor Kopmen SBW Malang.
”Pasti ada keuntungan berlipat. Selain penambahan modal usaha yang jelas, sistem di SBW ini kental dengan suasana kekeluargaan. Jadi kita berusaha merasa tenang dan terus didukung,” tutur Ani saat ditemui di sela melayani pembeli di kantin SBW.
Dalam perjalanannya, Ani memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan produktif yang disediakan koperasi, mulai dari skema SB1, SB2, Bingklus untuk belanja kebutuhan dagang, pembiayaan reguler, hingga fasilitas simpanan rekreasi. Strategi pembagian operasional pun diterapkannya bersama keluarga; ia mengelola gerai kantin sejak pagi hingga sore hari, sementara suami dan anaknya menjaga gerai utama di rumah.
Kendati demikian, Ani menggarisbawahi bahwa kekuatan utama Kopmen SBW Malang justru terletak pada program pengembangan kapasitas insani serta jaring pengaman sosial yang diberikan tanpa pungutan biaya tambahan. Beragam fasilitas non-finansial ini dirancang untuk mendongkrak kemandirian ekonomi sekaligus mempererat kohesi sosial antaranggota.
”Manfaatnya jauh melampaui simpan pinjam biasa. Ada wadah kesenian seperti karawitan dan seni suara, kelompok keagamaan, serta aneka pelatihan vokasi gratis mulai dari tata rias, pangkas rambut, sampai menjahit. Bukan hanya gratis, pesertanya benar-benar difasilitasi dan disupport sampai bisa,” papar Ani.
Di samping keterampilan kerja, aspek solidaritas komunal tercermin lewat fasilitas layanan kesehatan cuma-cuma serta santunan dana duka dan kepedulian sosial saat anggota tertimpa musibah.
Keberhasilan pembinaan keanggotaan ini, menurut Ani, tak lepas dari konsistensi kepemimpinan Ketua Umum Kopmen SBW Malang, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. Gaya kepemimpinan yang tegas, loyal, dan mengayomi dinilai menjadi faktor kunci solidnya tata kelola koperasi wanita tersebut.
”Ketegasan dan loyalitas Bu Untari dalam memimpin sangat terasa langsung oleh kami di tingkat bawah. Beliau selalu mengayomi anggotanya dengan sepenuh hati,” pungkasnya. mut






