Kota Malang, Bhirawa
Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh talenta muda berprestasi dari Universitas Brawijaya (UB) di kancah internasional. Melalui kolaborasi apik lintas disiplin ilmu, tim delegasi UB sukses membawa pulang medali emas (Gold Medal) dalam ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17–21 Mei 2026.
Tim yang terdiri dari Inez Syawalytrie Favourita (FTAB 24), Qudwa Abyaz Ghiffara (FILKOM 23), Aliya Mutia Nashwa (FILKOM 23), Dyandra Aurellia Agata Fitri (FILKOM 23), Farhan Alvin Alatas (FT 23), Zahra Listia Nurjannah (FISIP 24), dan Sri Intan Amelia (FIB 24) ini sukses menyisihkan persaingan ketat. Tidak main-main, ajang tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 inovasi yang datang dari 17 negara di dunia.
Inovasi mutakhir yang mereka usung dinamakan “AQUASENSE: Dual-Brain Edge AI for Fully Autonomous and Offline Aquaponics Monitoring”. Ini merupakan sebuah ekosistem pemantauan akuaponik cerdas berbasis Dual-Brain Edge Artificial Intelligence (Edge AI) yang dirancang untuk mendukung sistem budidaya pangan terintegrasi secara otomatis, adaptif, dan mandiri tanpa ketergantungan pada konektivitas internet.
AQUASENSE mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), edge computing, computer vision, serta Retrieval-Augmented Generation (RAG)-based Expert AI Agent dalam satu sistem terpadu untuk monitoring kondisi akuaponik secara real-time. Hebatnya lagi, alat ini mampu mendeteksi penyakit daun tanaman, menganalisis tingkat kesiapan panen selada menggunakan model object detection YOLOv11, serta menghasilkan rekomendasi penanganan tanaman otomatis.
Perjalanan menuju podium juara dilalui dengan perjuangan ekstra. Dimulai dari seleksi paper ilmiah, administrasi, hingga persiapan intensif sebelum bertolak ke Malaysia. Di babak final, mereka harus melakukan demonstrasi langsung serta pitching di hadapan dewan juri internasional dan investor industri global.
Berdasarkan data dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), kompetisi tahun ini diikuti belasan negara kuat, di antaranya tuan rumah Malaysia, Algeria, China, Hong Kong, Oman, Arab Saudi, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Macao, Qatar, dan Indonesia. Ajang WYIE sendiri diorganisir oleh Malaysian Invention and Design Society (MINDS) berkolaborasi dengan INNOPA guna mendorong generasi muda menghadirkan solusi konkret atas tantangan global.
Salah satu perwakilan tim, Inez Syawalytrie Favourita, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurut mahasiswa Teknik Lingkungan FTAB UB tersebut, kunci kekuatan timnya terletak pada keragaman latar belakang keilmuan yang saling melengkapi.
”Bagi saya, kompetisi ini bukan hanya tentang memenangkan penghargaan, tetapi juga tentang bagaimana kami belajar membangun solusi bersama dari latar belakang ilmu yang berbeda-beda. Justru melalui kolaborasi tersebut, kami dapat menciptakan inovasi yang lebih kuat, adaptif, dan memiliki dampak yang lebih luas,” ujar Inez penuh semangat.
Ia pun berharap raihan impresif ini tidak sekadar menjadi kebanggaan di atas kertas, melainkan mampu melecut motivasi mahasiswa dan generasi muda lainnya di Indonesia untuk terus berani melangkah dan bersinar di panggung dunia.mut





