Malang Aktifkan Stadion Gajayana Jadi Pusat Ekraf Berbasis Sportainment

Malang, Bhirawa-Pemerintah terus memperkuat posisi Kota Malang sebagai pusat ekonomi kreatif (ekraf) nasional. Langkah strategis yang kini ditempuh yakni mengaktifkan fasilitas olahraga seperti Stadion Gajayana sebagai ruang sportainment—perpaduan aktivitas olahraga, seni, media arts, hingga pemberdayaan UMKM.

​Inisiatif ini menjadi stimulus penting perluasan ruang kreatif masyarakat pasca optimalisasi Malang Creative Center (MCC). Komitmen tersebut kian menguat dengan hadirnya Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) / Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam salah satu momen Festival Mbois ke-11 bertema “Malang Menyala” di Stadion Gajayana. Kehadiran Menekraf menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap transformasi infrastruktur publik menjadi episentrum ekonomi kreatif daerah.

​”Sektor ekonomi kreatif terbukti memiliki daya serap tinggi terhadap tenaga kerja,” ujar Menekraf Teuku Riefky Harsya di sela kegiatan.

Baca Juga ; Dr Sri Untari Bisowarno MAP Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Mesin Baru Ekonomi Kreatif di Kota Malang

​Berdasarkan data nasional, sektor ekraf telah menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja di Indonesia. Menariknya, demografi pekerja ekraf sangat inklusif dengan 63 persen didominasi generasi Gen Z dan Milenial, serta 58 persen di antaranya adalah perempuan.

​Kondisi ini diproyeksikan menjadi solusi efektif menekan tingkat pengangguran terbuka. Dari total 7,5 juta penganggur terbuka nasional, sebanyak 82 persen berasal dari kelompok Gen Z dan Milenial—kelompok umur yang paling aktif menggerakkan industri kreatif.

​Selain memanfaatkan momentum kolaborasi hexahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, industri, media, dan agregator), pemerintah juga mendorong para pegiat ekraf di Kota Malang agar mentransformasikan kelompok usahanya menjadi badan usaha koperasi.

​Langkah pelembagaan melalui koperasi ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan usaha, memperkuat struktur ekonomi warga, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Malang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *