Malang, Bhirawa – Universitas Ma Chung kembali melahirkan ratusan lulusan baru yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebanyak 306 mahasiswa Program Magister, Sarjana, dan Diploma dikukuhkan dalam Wisuda XVI Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Universitas Ma Chung, Malang, Sabtu 5/9.
Wisuda XVI Universitas Ma Chung mengusung tema “Fostering Transformative Convergence: Adapting to the World, Advancing the Future”. Tema tersebut merefleksikan semangat adaptasi dan kontribusi nyata lulusan di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat.
Dengan dikukuhkannya 306 wisudawan tersebut, Universitas Ma Chung kini telah menghasilkan hampir 4.000 alumni yang berkarya di dalam maupun luar negeri.
Berbagai capaian membanggakan turut mewarnai pelaksanaan wisuda tahun ini. Capaian individu tertinggi di antaranya IPK 3,94 dari skala 4,00, skor HSK Level 6 dengan nilai 253 dari skala 300, serta skor TOEIC sempurna 990 dari skala 990. Sementara Skor Kredit Keaktifan Mahasiswa (SKKM) tertinggi mencapai 11.044.
Pengalaman pembelajaran di luar kampus juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan para mahasiswa. Sebanyak 117 wisudawan mengikuti magang industri, enam orang menjalani magang penelitian, 11 mahasiswa mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri, dan satu mahasiswa mengikuti asistensi mengajar di lembaga ternama.
Pada tahun akademik yang sama, Universitas Ma Chung juga memberangkatkan 28 mahasiswa melalui 11 program mobilitas internasional ke sejumlah negara, antara lain China, Korea Selatan dan Jepang. Sebaliknya, kampus juga menerima mahasiswa asing dari Australia, Jepang, China, Kamboja dan Taiwan.
Kesiapan lulusan memasuki dunia kerja juga menjadi salah satu indikator capaian Universitas Ma Chung. Berdasarkan hasil sementara exit survey yang telah mencakup 88 persen wisudawan, banyak lulusan tercatat telah bekerja dengan masa tunggu nol bulan.
Selain bekerja, sebagian lulusan saat ini juga berada dalam proses rekrutmen, melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri, termasuk dengan dukungan beasiswa, serta memilih menjadi wirausahawan muda mandiri.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Ma Chung, Dr Kestrilia Rega Prilianti, M.Si., mengatakan capaian tersebut menunjukkan kualitas lulusan Ma Chung telah memenuhi standar dan memperoleh pengakuan dari perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menegaskan, Universitas Ma Chung tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan yang siap menjadi pengusaha, tetapi juga mendorong mahasiswa agar benar-benar mampu menjadi pengusaha setelah menyelesaikan pendidikan.
“Capaian ini membuktikan bahwa kualitas lulusan Universitas Ma Chung telah memenuhi standar dan diakui oleh perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian terhadap pengembangan kewirausahaan menjadi bagian konsisten dari proses pendidikan di Universitas Ma Chung.
“Universitas Ma Chung sangat concern dalam menghasilkan lulusan yang bukan hanya siap menjadi pengusaha namun telah menjadi pengusaha. Dari tahun ke tahun, Universitas Ma Chung konsisten menyumbangkan wirausahawan muda mandiri untuk Indonesia,” katanya.
Tidak hanya dari sisi akademik dan kesiapan kerja, para wisudawan Universitas Ma Chung juga mencatat prestasi dalam berbagai kompetisi nasional maupun internasional. Prestasi tersebut meliputi bidang riset dan penulisan artikel, investasi saham, akuntansi, fotografi, desain poster hingga olahraga seperti wushu, karate, taekwondo dan basket.
Cetak Tenaga Profesional Kesehatan Mata
Wisuda XVI tahun ini juga menjadi momentum bersejarah bagi Universitas Ma Chung. Untuk pertama kalinya, Program Studi D3 Optometri meluluskan angkatan perdananya.
Kelulusan perdana tersebut menjadi bagian dari kontribusi baru Universitas Ma Chung dalam mencetak tenaga profesional di bidang kesehatan mata yang diharapkan dapat memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.
Menurutnya, kelulusan dari perguruan tinggi bukan akhir dari proses pembelajaran. Sebaliknya, ijazah menjadi pengakuan bahwa lulusan telah memiliki fondasi untuk terus mengembangkan pengetahuan dan kompetensinya.
“Ijazah yang Saudara terima hari ini bukanlah tanda bahwa proses belajar telah selesai. Sebaliknya, ijazah tersebut merupakan pengakuan bahwa Saudara telah memiliki fondasi untuk terus belajar. Jadilah pembelajar sepanjang hayat,” ujar Prof Yufra.
Ia juga mengingatkan para lulusan mengenai pentingnya semangat kewirausahaan dan kompetensi global. Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak semata-mata diukur dari jabatan maupun besarnya pendapatan yang diperoleh.
Lebih dari itu, keberhasilan harus dilihat dari nilai dan dampak positif yang mampu ditinggalkan bagi masyarakat.
Inovasi Mahasiswa Berdampak bagi Masyarakat
Semangat menghasilkan lulusan yang memberikan dampak nyata juga tercermin dari sejumlah karya akhir mahasiswa Universitas Ma Chung.
Salah satunya adalah KIAI TANI atau Kelompok Tani Organik Bumiaji, sebuah inovasi pemberdayaan masyarakat karya Andik Kurniawan dari Program Studi S2 Manajemen Inovasi, di bawah bimbingan Prof Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc.
Karya tersebut mengintegrasikan pertanian organik dengan kearifan lokal Pitu Gegayuhan di Dusun Sawahan, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Program KIAI TANI kini telah diadopsi 133 petani organik dengan cakupan 19,86 hektare lahan bersertifikat. Jejaring pemasarannya juga telah berkembang hingga 15 kontrak pasar luar kota.
Penerapan inovasi tersebut tercatat mampu menurunkan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan keuntungan bersih secara signifikan.
Karya berdampak lainnya berasal dari bidang desain melalui Redesain Visual Identity Bundar Kitchen karya Sebastian Saksono dari Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual.
Karya yang dibimbing Bintang Pramudya Putra P., S.Sn., M.Ds. dan Amar Ma’ruf Stya Bakti, S.Pd., M.Pd., tersebut menghasilkan sistem identitas visual komprehensif bagi UMKM kuliner Bundar Kitchen di Kota Malang.
Identitas baru tersebut mencakup logo hingga penerapan pada media sosial dan merchandise. Hasil redesain itu telah diadopsi langsung oleh pemilik usaha sebagai identitas baru bisnis untuk memperkuat brand awareness di kalangan konsumen berusia 18–30 tahun.
Melalui Wisuda XVI, Universitas Ma Chung menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kontribusi tersebut tercermin melalui berbagai bidang, mulai dari inovasi pertanian berbasis kearifan lokal, penguatan identitas UMKM, hingga lahirnya tenaga profesional baru di bidang kesehatan mata.
Dengan jumlah alumni yang kini mendekati 4.000 orang dan tersebar di dalam maupun luar negeri, Universitas Ma Chung optimistis para lulusan akan terus mampu beradaptasi, berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.mut






