Aksi Humanis Ning Lia Lepas Tukik di Tanjung Penyu Malang, Ajak Warga Jaga Ekosistem Pesisir

Malang, Bhirawa-Nuansa hangat dan sarat pesan konservasi mewarnai gelaran Safari Perhutanan Sosial di kawasan Wisata Alam Pantai Tanjung Penyu, Kabupaten Malang, akhir pekan kemarin. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, terjun langsung ke bibir pantai untuk melepasliarkan tukik (anak penyu) kembali ke habitat alaminya di Samudra Hindia.

​Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut tampak telaten memindahkan wadah batok kelapa dan mengarahkan tukik ke atas pasir basah agar perlahan merayap menuju deburan ombak.

​“Ayo, Tukik sayang, cepat keluar. Lautan menunggumu,” ucap Ning Lia menyemangati satwa mungil tersebut saat merangkak menyongsong ombak lepas.

​Ning Lia menegaskan, aksi pelepasan tukik bukan sekadar seremonial pelengkap agenda kunjungan kerja. Menurutnya, perlindungan satwa endemik pesisir dan habitat alaminya merupakan fondasi utama keberlanjutan lingkungan hidup yang wajib melibatkan partisipasi aktif warga lokal.

​“Pelepasan tukik ini sederhana, tetapi pesannya luar biasa. Kita mengembalikan kehidupan ke rumah aslinya. Pelestarian alam tidak bisa berjalan sendiri secara sektoral, masyarakat sekitar harus dilibatkan langsung agar konservasi hidup dan manfaat ekologis maupun ekonominya dirasakan bersama,” ujar senator yang juga dikenal giat mempromosikan batik nusantara tersebut.

​Safari Perhutanan Sosial di Tanjung Penyu ini memadukan konsep pemberdayaan masyarakat pesisir dengan proteksi ekologis. Melalui skema ini, pemanfaatan jasa lingkungan hutan dan pantai dituntut tetap mengedepankan kelestarian daya dukung alam.

​Agenda strategis ini turut dihadiri sejumlah pejabat lintas instansi, antara lain Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Kemenhut RI Apri Dwi Sumarah, Anggota DPRD Jatim Hj. Jajuk Rendra Kresna dan Hj. Anik Maslachah, Kepala Dishut Jatim Jumadi, Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala DLH Jatim Dr. Nurkholis, serta Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.

​Vokalis grup band legendaris Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka Slank, juga tampak hadir membaur di lokasi guna menyuarakan kampanye pelestarian ekosistem laut.

​Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, optimistis inisiatif yang dimulai dari pesisir selatan Malang ini dapat menjadi role model perhutanan sosial berkelanjutan di berbagai penjuru Jawa Timur.

​“Mudah-mudahan gelaran di Tanjung Penyu ini menjadi titik tolak awal yang terus bergulir, baik bergeser ke kawasan timur maupun barat Jawa Timur,” pungkas JJumadi.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *