Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Unija Sumenep Jaga Demokrasi dan Persatuan

Sumenep, Bhirawa-Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyerap aspirasi masyarakat sekaligus berdialog dengan civitas akademika di Kampus Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Selasa (18/8). Kegiatan yang dihadiri sejumlah dosen dan ratusan mahasiswa tersebut menjadi momentum penting untuk membakar semangat generasi muda dalam mengawal demokrasi.

​Dalam kesempatan itu, senator yang akrab disapa Ning Lia ini mengajak para mahasiswa untuk tidak bersikap apatis terhadap politik. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi serta merawat persatuan bangsa.

​”Masa depan bangsa tidak boleh hanya dipikirkan berdasarkan kepentingan pribadi. Setiap warga negara memiliki tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat untuk menjaga keberlangsungan kehidupan demokrasi,” tegas Ning Lia di hadapan para peserta dialog.

​Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan arahan kedaulatan rakyat. “Kalau kita bicara tagline Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, ‘Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur’, maka kita bicara tentang kedaulatan di tangan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga:Ning Lia Anggota DPD RI Apresiasi DP3AK Jatim, Layanan Perlindungan Korban Kekerasan yang Masuk Top 45 KIPP

​Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pandangan optimistis terhadap politik dan pemerintahan. Sikap apatis maupun pesimistis justru dapat menghambat partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

​Ning Lia menilai mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus mulai mengambil peran dalam kehidupan demokrasi serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

​“Kalian calon pemimpin. Syubbanul yaum, rijalul ghad. Sekarang kalian pemuda, kelak kalian adalah pemimpin,” katanya memotivasi.

​Sebagai seorang ibu yang memiliki anak dari generasi Z, Ning Lia mengaku memberikan perhatian khusus terhadap lingkungan yang membentuk cara pandang generasi muda terhadap politik. Ia berharap anak-anak muda tidak tumbuh dalam iklim politik yang dingin, melainkan memiliki kepedulian dan kepercayaan terhadap proses demokrasi.

​“Jangan sampai anak-anak saya berada di lingkungan yang apatis terhadap politik. Justru mari kita ambil posisi dalam demokrasi ke depan,” tuturnya.

​Menurutnya, kepercayaan generasi muda terhadap politik dan pemerintah juga harus dibangun melalui keteladanan para pemangku kepentingan. Pemerintah maupun pihak yang terlibat dalam proses politik harus mampu memberikan contoh yang baik.

​“Kalau kita berada dalam unsur pemerintahan, kita harus memberikan uswatun hasanah. Kita memberikan pemahaman tentang demokrasi yang baik,” jelasnya.

​Kehadirannya di Kampus Wiraraja Sumenep menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan mahasiswa sekaligus memberikan perspektif positif mengenai dunia politik. Ia berharap dialog edukatif serupa dapat terus berlanjut di berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur.

​“Saya berharap bukan hanya di Kampus Wiraraja. Di kampus mana pun ketika saya bertemu mahasiswa, semoga saya bisa memberikan kesan yang baik kepada mereka tentang dunia politik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *