Malang, Bhirawa –Guru Besar Bidang Penambangan Data dan Sistem Rekomendasi, Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr. Ir. Triyanna Widiyaningtyas, M.T., menyampaikan ledakan informasi di era Big Data menjadi tantangan nyata dalam pola konsumsi dan pengambilan keputusan masyarakat modern.
Menjawab fenomena tersebut, Triyanna menegaskan pentingnya kolaborasi antara data mining dan recommender system (sistem rekomendasi cerdas) untuk menyaring data yang masif menjadi informasi bernilai guna.
Prof. Triyanna menjelaskan, konsep Big Data kini tidak sekadar merujuk pada prinsip klasik 5V, yakni Volume, Velocity, Variety, Veracity, dan Value. Terdapat satu dampak psikologis krusial yang kerap dihadapi publik, yaitu “Vexation” atau kebingungan akibat terlalu banyak opsi yang tersedia.
”Volume, kecepatan, dan keragaman data yang hadir tiap detik menuntut sistem penyaring yang mampu menyajikan informasi relevan secara personal. Tanpa pengolahan yang tepat, data mentah hanya akan menjadi tumpukan angka tanpa arah,” terang Prof. Triyanna.
Menurutnya, data mining bekerja layaknya aktivitas penambangan emas yang menggali, menyaring, dan menemukan pengetahuan tersembunyi dari tumpukan data berukuran raksasa. Empat fondasi teknik utama yang menopang proses ini mencakup classification, clustering, association rule, serta deep learning.
Kombinasi tersebut kemudian menjadi motor penggerak bagi hadirnya sistem rekomendasi yang andal.
”Jika data mining diibaratkan sebagai mesin, maka sistem rekomendasi adalah kendaraannya. Sistem ini bertugas memilah jutaan pilihan di platform digital, lalu menyuguhkan opsi paling relevan bagi kebutuhan pengguna,” jelasnya.
Sejumlah riset strategis telah dikembangkan oleh Prof. Triyanna bersama tim akademis untuk mengoptimalkan keandalan algoritma rekomendasi, di antaranya User Profile Correlation-based Similarity (UPCSim) dan Clustering-based UPCSim (CB-UPCSim) yang dirintis sejak studi doktoral di UGM. Pengembangannya berlanjut pada perancangan model lanjutan seperti SVD-WPR, TLFSim, MF-NCG, SVD-GoRank, SVD-GSetRank, HD-PMF, hingga HCF-MFGB.
”Big Data adalah tantangannya, data mining alatnya, dan sistem rekomendasi menjadi solusinya. Data tanpa pemaknaan hanyalah kebisingan, sementara teknologi rekomendasi hadir untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.mut






