Pakan Herbal ‘Waboos’ karya UMM ini bernutrisi tinggi
Malang, Bhirawa-Keluhan peternak pedesaan mengenai ternak kambing dan domba yang tetap kurus meski sudah diberi pakan rutin mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi. Delapan mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2024 menciptakan inovasi pakan herbal bernutrisi tinggi bernama Waboos (Wafer Imunobooster).
Inovasi ini dirancang khusus sebagai solusi strategis untuk memperbaiki sistem pencernaan ternak sekaligus mengoptimalkan penyerapan nutrisi pakan.
Ketua Tim Inovasi, Fajar Ferdiansyah, mengungkapkan bahwa kerugian peternak kerap dipicu oleh minimnya pemahaman terkait kesehatan organ pencernaan hewan ruminansia. Banyak peternak terfokus pada pakan mahal berprotein tinggi, namun mengabaikan kondisi saluran cerna ternak.
”Masyarakat umumnya hanya mengandalkan pakan mahal agar ternak cepat gemuk, namun mereka lupa bahwa tanpa sistem pencernaan yang sehat, penyerapan nutrisi tidak akan pernah maksimal,” ujar Fajar saat dikonfirmasi, Jumat (31/7).
Diberi nama Waboos, pakan ini dicetak padat menyerupai bentuk wafer kotak sehingga praktis disimpan dan disajikan. Komposisinya menggunakan 100 persen bahan lokal tanpa zat kimia berbahaya, seperti bungkil kopra, jagung giling, dedak padi, pollard, tetes tebu, tepung gaplek, serta bekatul.
Adapun racikan utamanya diperkuat ekstrak herbal dominan dari tepung daun kelor dan temulawak. Daun kelor kaya akan protein, vitamin, serta antioksidan yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga keseimbangan mikroba usus. Sementara temulawak berperan aktif memacu kesehatan saluran cerna sekaligus mendongkrak nafsu makan.
Fajar menjelaskan, efektivitas Waboos telah dibuktikan melalui uji coba lapangan di kawasan peternakan Bumiaji (Kota Batu) dan Genteng (Kabupaten Banyuwangi).
”Selama uji coba di peternakan, para peternak mengaku adanya peningkatan nafsu makan serta pertumbuhan kambing dan domba yang signifikan setelah mengonsumsi Waboos,” terangnya.
Harga Terjangkau dan Bidik Hak Paten
Saat ini, produk Waboos mulai dipasarkan secara lokal dalam kemasan 500 gram dengan harga ekonomis Rp 5.000 per bungkus. Produk inovatif ini lahir dari luaran praktik mata kuliah Pakan dan Teknologi Pakan di Kampus Putih UMM.
Ke depan, tim mahasiswa berencana melangkah ke tahap penyempurnaan melalui pengujian laboratorium lanjutan serta pengajuan hak paten agar dapat diproduksi dalam skala industri yang lebih luas.
Pakar Peternakan UMM sekaligus dosen pembimbing mata kuliah, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., memberikan apresiasi tinggi atas keberanian mahasiswa menghadirkan solusi konkret bagi dunia peternakan.
”Jangan pernah takut gagal dalam berinovasi menciptakan karya nyata, karena seorang nakhoda kapal yang tangguh tidak akan pernah tercipta dari ombak lautan yang selalu tenang,” tutur Prof. Indah memotivasi.mut












