Malang, Bhirawa– Dosen Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus dokter spesialis paru di RSU UMM, dr. Zata Dini, Sp.P, menegaskan bahwa asap karhutla bukanlah debu biasa. Kandungan utamanya mencakup Particulate Matter (PM 2.5)—partikel berukuran sangat kecil (2,5 mikrometer) yang dapat masuk ke bagian terdalam paru-paru, memicu peradangan, serta merusak fungsi organ pernapasan.
”Asap karhutla bukan hanya debu biasa. Di dalamnya terdapat partikel dan gas yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, memicu peradangan, serta mengganggu fungsi paru,” ujar dr. Zata Dini, Sp.P.
Selain PM 2.5, ancaman lain datang dari gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) yang menurunkan kemampuan darah mengikat oksigen. Campuran nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan ozon di dalam asap juga memperburuk penyempitan bronkus. Gejala fisik akibat paparan ini dapat muncul dalam waktu singkat.
Gejala Awal: Batuk, dahak berlebih, mengi, sesak napas, mata perih, hidung tersumbat, tenggorokan kering, pusing, hingga mual.
Risiko Tinggi (Vulnerable Groups): Anak-anak, ibu hamil, lansia, pekerja luar ruangan, serta penderita asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) yang rentan mengalami kekambuhan fatal.
Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan imbau menggunakan masker dengan efisiensi penyaringan tinggi. Masker jenis N95, KN95, atau KF94 yang terpasang rapat (kedap udara) sangat disarankan untuk menahan partikel halus, meski tidak mampu menyaring gas beracun.
Langkah Pencegahan Paparan Asap Karhutla
Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Tunda olahraga berat di luar rumah karena pernapasan yang dalam meningkatkan volume polutan yang terhirup.
Proteksi Akses Udara Rumah: Tutup rapat pintu dan jendela saat asap pekat, serta manfaatkan pemurni udara (air purifier) berfilter HEPA.
Gunakan Masker Standar: Kenakan masker N95, KN95, atau KF94 saat terpaksa berada di luar ruangan.
Dr. Zata mengingatkan agar masyarakat segera mencari bantuan medis ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala darurat seperti sesak napas berat, nyeri dada, bibir kebiruan, atau penurunan kesadaran.mut












