Malang, Bhirawa — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengajak seluruh talenta muda peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk senantiasa menumbuhkan mental juara dan pola pikir yang terus berkembang (growth mindset) demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pesan motivatif tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri agenda penutupan dan penganugerahan OSN jenjang pendidikan dasar dan menengah yang berlangsung di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Di hadapan ribuan pelajar dan guru pendamping, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ajang OSN bukanlah tujuan akhir bagi para siswa. Lebih dari itu, perlombaan ini merupakan sarana strategis dalam memandu, menggali, dan mematangkan potensi para calon ilmuwan masa depan bangsa.
”Kalian semua adalah anak-anak juara. Kehadiran kalian di ajang ini menjadi bukti bahwa kalian adalah siswa-siswi terbaik yang terpilih dari seluruh Indonesia (highly selected students). Kalianlah calon pemimpin dan generasi emas yang akan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa,” tegas Abdul Mu’ti membakar semangat para peserta.
Mengutip konsep From Good to Great serta teori psikologi Growth Mindset karya Carol S. Dweck, ia berpesan agar para siswa tidak mudah berpuas diri ataupun patah arang. Bagi peserta yang belum membawa pulang medali, proses dan pengalaman berharga selama kompetisi dinilai jauh lebih penting untuk membentuk ketangguhan mental.
Lebih jauh, Mendikdasmen menyoroti pentingnya integrasi antara penguasaan sains modern dengan akar nilai-nilai luhur bangsa. Kemajuan ilmu pengetahuan, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), tidak boleh tercerabut dari moralitas, adab, serta kekayaan sosial-budaya nusantara.
”Sains yang kita kembangkan harus berakar pada potensi alam dan budaya Indonesia. Sains tidak bisa dipisahkan dari nilai (value), adab, dan moralitas. Kita ingin melahirkan saintis kelas dunia yang tetap berkarakter Pancasila,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti sekaligus meluruskan kabar simpang siur terkait wacana pemotongan hadiah bagi para pemenang. Ia memastikan bahwa nominal uang apresiasi bagi peraih medali tetap utuh dan sama seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Tercatat, peraih medali emas jenjang SMA/MA/SMK berhak mengantongi uang pembinaan sebesar Rp25 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp15 juta. Sementara untuk jenjang SD dan SMP, peraih emas menerima Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta.
Apresiasi mendalam turut disampaikan Mendikdasmen kepada jajaran Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), para juri, dinas pendidikan daerah, serta sivitas akademika UMM selaku tuan rumah yang telah menyukseskan gelaran akbar talenta sains tersebut. mut






