Borong 11 Penghargaan di OSN Dikdasmen 2026, MAN 2 Kota Malang Buktikan Sekolah Berprestasi Bidang Sains Nasional

Kota Malang,Bhirawa — Gelaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) Dikdasmen 2026 resmi ditutup melalui malam penganugerahan meriah di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (19/9). Ajang puncak kompetisi sains bergengsi tingkat nasional ini kian istimewa berkat kehadiran langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., untuk mengapresiasi langsung talenta-talenta muda terbaik Indonesia.

​Dalam kompetisi sains paling bergengsi ini, murid-murid MAN 2 Kota Malang sukses mencatatkan torehan impresif dengan menyabet 11 capaian prestasi sekaligus, yang mencakup empat medali perak, tiga medali perunggu, serta empat predikat Honorable Mention.

​Berikut adalah daftar murid MAN 2 Kota Malang yang sukses mengharumkan nama madrasah di kancah nasional:

​🥈 Peraih Medali Perak

​Matematika: Arsha Naufal Mauritzan (Kelas XII G)

​Informatika: Hisyam Ahmad Abiyyu (Kelas XII D)

​Ekonomi: Ahmad Afham Billah Aftoni (Kelas XI A)

​Astronomi: Fauzan Khairul Anwar (Kelas XII D)

​🥉 Peraih Medali Perunggu

​Kimia: Muhammad Zufar Abqoory (Kelas XI E)

​Kebumian: Alya Zhafirah Putri (Kelas XII G)

​Biologi: Aisha Briliana Mukhbita (Kelas XII G)

​🎖️ Peraih Honorable Mention

​Matematika: Muhammad Irsyad Arif (Kelas XII G)

​Kimia: Irham Rifqi Prasetyo (Kelas XII G)

​Kebumian: Kalinda Hasna Maheswari (Kelas XII G)

​Ekonomi: Muhammad Idam El Azhar (Kelas XII K)

​Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras para murid serta tim pembina. Menurutnya, torehan gemilang ini lahir dari ketekunan berlatih dan sistem pembinaan madrasah yang konsisten.

​“Setiap prestasi yang diraih anak-anak merupakan hasil dari proses yang panjang. Kami bersyukur atas capaian mereka dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh murid, pembina, pendamping, serta pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan mereka dalam OSN ini,” ujar Samsudin.

​Samsudin menekankan bahwa nilai utama dari sebuah kompetisi tidak sekadar diukur dari kilau medali, melainkan dari proses pematangan karakter dan pengalaman berharga yang didapatkan murid selama berjuang di lapangan.

​“Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman berharga, membangun mental kompetisi, dan terus terdorong untuk mengembangkan kemampuan di bidang yang mereka tekuni,” tambahnya.

​Melalui keberhasilan ini, pihak madrasah berharap iklim kompetisi dan budaya belajar di MAN 2 Kota Malang semakin mengakar kuat. Capaian ini sekaligus memacu semangat para murid lainnya untuk terus mengasah potensi akademik dan berani unjuk gigi melahirkan talenta baru di berbagai bidang pada masa mendatang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *