Berbekal Magang Internasional UMM, Luthfin Abidah Tembus Industri Peternakan Australia

Luthfin Abidah di Australia

Malang, Bhirawa-Pengalaman magang internasional dan aktif berorganisasi semasa kuliah menjadi kunci sukses Luthfin Abidah menembus pasar kerja global. Alumnus Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2016 ini kini dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Young Staff Manager di salah satu perusahaan peternakan sapi skala besar di Australia.

​Pencapaian karier profesional Luthfin di Negeri Kanguru tersebut tidak didapatkan secara instan, melainkan hasil dari konsistensi mematangkan skill peternakan modern serta rekam jejak program magang internasional yang ia rintis sejak berstatus mahasiswa aktif.

​Luthfin mengungkapkan, langkah awalnya menembus industri peternakan internasional bermula saat ia mengikuti NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP). Melalui program pertukaran dan magang yang diselenggarakan Northern Territory Cattlemen’s Association tersebut, ia mempelajari langsung standar industri sapi potong dan manajemen kesejahteraan hewan (animal welfare).

​”Dulu saya pernah ikut program magang NIAPP ke Australia. Selama sepuluh minggu, perwakilan mahasiswa UMM diberi pelatihan intensif secara langsung seputar praktik beternak sapi potong modern serta penerapan animal welfare secara tepat,” ujar Luthfin.

​Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperluas wawasan internasional, tetapi juga memberikan sertifikasi kompetensi setara D1 Agriculture serta keterampilan dasar peternakan yang komprehensif. Bekal teknis inilah yang menjadi nilai tambah utama saat mendaftar kerja di Australia.

​”Keterampilan teknis saya sudah terbentuk matang dan kompetensi itulah yang dilirik oleh perusahaan,” tambahnya.

​Meski demikian, perjalanan kariernya sempat tertahan akibat pandemi Covid-19 tepat setelah ia lulus. Sembari menunggu situasi pulih dan membantu mengelola bisnis sapi perah milik keluarga, profilnya kembali terangkat usai diwawancarai oleh media lokal Australia. Wawancara tersebut menarik perhatian perusahaan peternakan yang kemudian merekrutnya pada tahun 2022 untuk menangani operasional peternakan, mulai dari perawatan anak sapi hingga pengoperasian alat pertanian modern.

​Selain pengalaman magang, Luthfin menegaskan bahwa iklim akademik di UMM turut membentuk mentalitas kerja dan kepemimpinannya. Pengalamannya menjadi asisten laboratorium, pengurus himpunan mahasiswa, hingga keikutsertaannya dalam program Learning Express (LEx) bersama Singapore Polytechnic memberikannya jam terbang kolaborasi internasional.

“Masa-masa kuliah di UMM sangat berdampak besar bagi mental kerja saya. Aktif berorganisasi dan berkolaborasi dengan mahasiswa luar negeri membuat saya terbiasa beradaptasi dalam lingkungan profesional yang beragam,” pungkasnya. mut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *