Sidoarjo, Bhirawa – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan kepada penerima manfaat.
Termasuk kepada siswa yang menjadi prioritas utama program ini.
Kemudian, mengenai insiden keamanan pangan yang terjadi di Sidoarjo, pihak BGN melalui Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengonfirmasi adanya 512 siswa yang terdampak.
Baca Juga: Muktamar ke-35: Dapur MBG NU Sediakan 12 Ribu Porsi Makan Gratis
Ratusan Siswa Sidoarjo Keracunan MBG
Merujuk rilis resmi BGN pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WIB, sebanyak 512 siswa MTs dan MA Manbaul Hikam Putat Tanggulangin mengalami keracunan.
Mereka yang terdampak kemudian terkonfirmasi telah menerima penanganan medis.
Di antara mereka, 312 siswa sudah mendapat izin pulang dari rumah sakit.
Lalu, 120 siswa masih berada dalam tahap observasi, dan 80 siswa lain masih menjalani perawatan inap.
BGN Kawal Proses Pengobatan
Masih dari sumber sama, BGN memastikan terus mengawal proses pengobatan 80 siswa yang masih mendapat perawatan inap.
BGN mengupayakan agar mereka mendapat penanganan terbaik hingga pulih dan dapat segera kembali ke rumah.
Koordinasi intensif juga terus terjadi antara BGN bersama Dinas Kesehatan setempat serta pihak-pihak terkait demi memastikan seluruh proses penanganan berjalan lancar dan menyeluruh.
Pelaksanaan Investigasi
Sejalan dengan penanganan kesehatan, proses investigasi bersama pemeriksaan laboratorium masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab insiden secara bertanggung jawab.
“BGN menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada seluruh siswa yang terdampak beserta keluarga,” tulis BGN.
“Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis akan selalu menjadi prioritas utama BGN,” imbuh keterangan tersebut.
Selain itu, BGN berjanji akan terus melakukan penguatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.(DS)












