Kuala Lumpur, Bhirawa – Hasil undian fase grup AFC Challenge League 2026/27 memastikan Borneo FC Samarinda di Grup D.
Borneo FC segrup dengan wakil Filipina, China Taipei dan salah satu di antara wakil Laos atau Myanmar.
Undian ini berlangsung Kamis (20/8) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Mantan pemain Borneo FC, Nuriddin Davronov asal Tajikistan turut hadir.
Ia pun mengharapkan final mempertemukan wakil Indonesia tersebut dengan klub Tajikistan, Istiklol.
Harapan ini bisa terjadi jika kedua tim dapat melaju ke fase gugur dari masing-masing zona.
Baca Juga: Hasil Drawing ACL 2: Persib Segrup FC Seoul dan Melbourne City
Borneo FC dan Istiklol Menjadi Tuan Rumah Fase Grup
Menariknya, Borneo FC dan Istiklol sama-sama menjadi tuan rumah di fase grup.
Borneo FC menjadi tuan rumah Grup D di zona timur. Istiklol di Grup B zona barat.
Bedanya, Istiklol merupakan tim pot 3 zona barat karena Liga Tajikistan kalah koefisien dari Liga Kuwait dan Lebanon.
Sehingga, Al Arabi (Kuwait) dan Nejmeh (Lebanon) ada di pot 1 dan 2.
Sedangkan, Borneo FC di pot 1 zona timur karena BRI Super League unggul atas Liga Filipina, China Taipei, Myanmar, dan Laos.
Bahkan, Liga Indonesia menjadi yang teratas di zona timur untuk kompetisi kasta ketiga Asia ini.
Ini membuat potensi lolos ke fase gugur lebih terbuka pada Borneo FC daripada Istiklol.
Sejak kompetisi ini bergulir pada musim 2024/25, wakil Tajikistan pertama adalah Regar Tadaz Tursunzoda.
Mereka tampil pada musim 2025/26, dan finis di dasar klasemen grup dengan kalah bersaing dari wakil Kirgistan, Kuwait, dan Lebanon.
Walau demikian, Nuriddin Davronov mengharapkan dua klub yang pernah ia perkuat dapat bertemu di final musim 2026/27.
“Akan terasa spesial jika Istiklol dan Borneo FC bisa berjumpa di laga final,” harap Davronov, menukil dari laman resmi Borneo FC (20/8).
Davronov merupakan mantan pemain Istiklol dalam enam periode, dan membela Borneo FC pada musim 2020/21.
Namun, klub pertama Davronov di Indonesia adalah Madura United pada 2018/19 dan klub terakhirnya di Indonesia adalah Persita Tangerang pada 2021/22.
Ia kemudian gantung sepatu di klub Malaysia, Kuching City pada 2023 di usia 32 tahun.
Pemilik 50 caps dan 8 gol untuk timnas Tajikistan ini kemudian turut hadir dalam undian grup Challenge League sebagai representasi Istiklol dan Tajikistan.
Sedangkan, Ponaryo Astaman yang menjabat Direktur Utama Borneo FC mewakili klub berjuluk Pesut Etam.
Hasil drawing AFC Challenge League 2026/27
Zona Barat
Grup A: Ahal (Turkmenistan), Ansar (Lebanon), Al Ittihad Ahli (Suriah), Paro (Bhutan/tuan rumah)
B: Al Arabi (Kuwait), Nejmeh (Lebanon), Istiklol (Tajikistan/H), Homs Al Fidaa (Suriah)
C: Goa (India), Al Qadsia (Kuwait/H), Fortis (Bangladesh), Regar Tadaz (Tajikistan)
Zona Timur
D: Borneo FC (Indonesia/H), One Taguig (Filipina), Tainan City (Taipei), Yangon United/Ezra (Myanmar/Laos)
E: Persib Bandung/Manila Digger (Indonesia/Filipina), Shan United (Myanmar/H), Hang Yuan (Taipei), Kasuka/Karketu Dili (Brunei/Timor Leste).
Jadwal dan Aturan Fase Grup
Jadwal fase grup akan berlangsung pada 17–23 Oktober 2026.
Perempat final pada tiap zona akan berlangsung pada 3–17 Maret 2027 dengan sistem kandang-tandang.
Lalu, semifinal tiap zona juga akan berlangsung kandang-tandang pada 7–14 April 2027.
Baru pada babak final, pemenang semifinal zona barat dan timur akan bertemu dalam satu pertandingan secara terpusat pada 8 Mei 2027.
Pada dua edisi sebelumnya, final berlangsung di Kamboja dan Kuwait.
Sedangkan untuk musim 2026/27 belum ada penentuannya. Namun, potensi venue ada di zona timur, karena zona barat telah menggelar partai puncak pada musim lalu.
Kemudian, zona barat akan menerapkan sistem berbeda daripada zona timur terhadap tim yang berhak lolos ke fase gugur (perempat final).
Akibat adanya tiga grup, membuat juara grup otomatis lolos dan satu tim peringkat kedua terbaik akan menyusul ke perempat final zona barat.
Sedangkan di zona timur yang hanya terdapat dua grup, akan meloloskan tim juara dan peringkat kedua grup ke perempat final.
Pencapaian Wakil Indonesia di AFC Challenge League
Dalam dua edisi sebelumnya, Indonesia mengirim Madura United dan Dewa United.
Madura United terhenti di semifinal usai kalah agregat 3-6 dari wakil Kamboja, PKR Svay Rieng.
Lalu, Dewa United justru terhenti di perempat final usai disingkirkan wakil Filipina Manila Digger 2-3 (agregat).
Maka, Borneo FC mendapat tantangan untuk bisa melampaui catatan dua tim pendahulunya musim ini bersama Pelatih Mauro Jeronimo.(DS)












