Prosesi Dies Natalis ke-19 Universitas Ma Chung
Kota Malang, Bhirawa
Memasuki usia ke-19, Universitas Ma Chung (UMC) Malang menunjukkan akselerasi luar biasa dalam peta persaingan perguruan tinggi nasional. Sepanjang tahun akademik 2025–2026, kampus yang mengusung semangat “Many Disciplines. One Vision. Real Impact” ini berhasil melakukan lompatan besar, salah satunya dengan mengantarkan 50 persen program studi (prodi) meraih Akreditasi Unggul.
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc, mengungkapkan bahwa periode 2025–2026 merupakan fase percepatan transformasi menuju visi sebagai universitas unggul, pilihan masyarakat, dan mandiri berlandaskan Rencana Strategis (Renstra) 2023–2027.
”Saat ini enam dari 12 prodi di Universitas Ma Chung telah berstatus Unggul. Capaian ini menjadi tonggak strategis yang melampaui persyaratan minimal untuk mengantarkan institusi secara keseluruhan meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul dalam waktu dekat,” ujar Prof. Yufra saat menyampaikan Laporan Rektor dalam Dies Natalis ke-19 di kampus setempat, Selasa (7/7).
Selain penguatan akreditasi, mutu tenaga pendidik terus dipacu. Saat ini UMC diperkuat oleh 82 dosen tetap yang terdiri dari 20 doktor dan 62 magister. Peningkatan jumlah doktor dan dosen berjenjang Lektor Kepala dalam tiga tahun terakhir membuka peluang besar lahirnya Guru Besar (Profesor) baru. Guna mendongkrak kualitas pembelajaran jarak jauh, UMC juga menggandeng SEAMEO SEAMOLEC.
Di bidang riset, produktivitas dosen UMC melonjak signifikan dengan menelurkan 116 judul penelitian sepanjang 2025-2026. Fokus riset diarahkan pada hilirisasi dan penyelesaian persoalan nyata di masyarakat berupa hak cipta, perangkat lunak, buku, hingga inovasi teknologi. Ekosistem ini didukung perpustakaan yang kini mengoleksi 9.641 buku serta akses ke 229 jurnal open access.
”Kami berkomitmen agar riset tidak berhenti di atas kertas, melainkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dari sisi mahasiswa, pembinaan talenta holistik juga membuahkan hasil dengan torehan 22 prestasi akademik dan 22 prestasi non-akademik di tingkat regional hingga internasional,” imbuh Rektor.
Universitas Ma Chung tercatat mengantongi 184 mitra aktif di dalam negeri dan 25 mitra internasional dari unsur pendidikan, pemerintahan, NGO, hingga korporasi, termasuk penandatanganan empat MoU internasional baru pada tahun ini.
Kendati menorehkan rapor hijau, Yufra tidak menampik adanya tantangan strategis kedepan, seperti ketatnya kompetisi pendidikan tinggi, percepatan jumlah Guru Besar, peningkatan publikasi internasional bereputasi, hingga penguatan inovasi.
Menjawab tantangan tersebut, UMC menetapkan enam agenda prioritas strategis untuk tahun akademik 2026–2027. Di antaranya adalah persiapan mutlak menuju APT Unggul, pencapaian kemandirian finansial melalui optimalisasi aset dan diversifikasi usaha, percepatan studi doktoral dosen, serta penguatan tata kelola berbasis digital yang transparan.
”Seluruh capaian ini menandakan Universitas Ma Chung berada di jalur transformasi yang tepat untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan dunia,” pungkasnya.mut





