Prof Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D.,
Kota Malang, Bhirawa
Keterlibatan akademisi dalam pembangunan nasional kembali ditunjukkan oleh Universitas Brawijaya (UB). Sebanyak enam dosen terbaik dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB dinyatakan lolos seleksi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, sebuah program strategis bentukan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia.
Keikutsertaan para dosen lintas disiplin ilmu ini ditargetkan mampu mendorong percepatan tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pelosok dan kawasan strategis nasional.
Keenam dosen tersebut adalah Ahmad Zaki Mubarok, Ph.D. yang diplot untuk bertugas di Kawasan Transmigrasi Tobadak, Sulawesi Barat. Selanjutnya, Dr Eng Elya Mufidah, Dr Panji Deoranto, Dr Ir Anang Lastriyanto, serta Yusron Sugiarto, Ph.D., yang seluruhnya akan diterjunkan ke Kawasan Transmigrasi Klamono Segun, Sorong, Papua Barat Daya. Sementara itu, Guru Besar UB Prof Dr Ir Bambang Susilo, M.Sc.Agr., mendapatkan penugasan khusus di wilayah Sulawesi Barat.
Dekan FTAB UB, Prof Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa keterlibatan dosen FTAB dalam Tim Ekspedisi Patriot sejalan dengan visi fakultas untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
”Melalui keikutsertaan dalam program ini, para dosen tidak hanya membawa kompetensi akademik dan teknologi yang dimiliki Universitas Brawijaya, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam penguatan sektor pertanian, perikanan, pengembangan ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Prof Yusuf Hendrawan, Selasa (23/6).
Prof Yusuf menambahkan, pihak dekanat berharap kehadiran para dosen di lapangan dapat memberikan dampak nyata dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi melalui pendekatan riset dan teknologi tepat guna.
Untuk diketahui, Program Patriot merupakan inisiatif kerelawanan Kementrans RI guna mengirimkan SDM unggul ke berbagai kawasan transmigrasi. Pada tahun 2026 ini, antusiasme kepesertaan melonjak tajam dengan total lebih dari 10.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi ketat melalui 10 perguruan tinggi mitra di Indonesia.
Partisipasi aktif dosen FTAB UB dalam TEP 2026 diharapkan dapat menelurkan berbagai rekomendasi kebijakan, model pengembangan wilayah, serta inovasi yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat lokal.mut”









