Jakarta LavAni Livin’ Transmedia semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara Proliga 2026
Kota Malang, Bhirawa
Jakarta LavAni Livin’ Transmedia semakin memantapkan posisinya di puncak klasemen sementara Proliga 2026. Dalam laga pembuka seri kedua putaran kedua yang digelar di GOR Ken Arok, Malang, Kamis (5/2), tim asuhan David Lee tersebut sukses membungkam juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor telak 3-0 (25-19, 25-17, 25-21).
Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif Hendra Kurniawan dan kolega yang belum terkalahkan dalam enam laga terakhir. Sejak set pertama, LavAni langsung memegang kendali permainan. Skema serangan yang dibangun setter Dio Zulfikri sukses memanjakan barisan pendulang poin seperti Taylor Sander dan Boy Arnes.
Meskipun Bhayangkara Presisi mencoba bangkit melalui aksi Aimal Khan dan Rendy Tamamilang, rapatnya barisan pertahanan LavAni membuat serangan mereka kerap mentok. LavAni menutup set pertama dengan skor 25-19.
Memasuki set kedua, Bhayangkara sempat memberikan perlawanan sengit hingga unggul 8-5. Namun, kecerdikan pelatih David Lee dalam mengambil time out mengubah alur pertandingan. LavAni berhasil membalikkan keadaan menjadi 14-11 setelah memanfaatkan rentetan kesalahan sendiri dari kubu lawan. Blok kokoh dari Nato Dickinson dan Hendra Kurniawan kembali menjadi momok bagi Bhayangkara, hingga set kedua berakhir 25-17 untuk LavAni.
Pada set penentu, Bhayangkara mencoba melakukan rotasi dengan memasukkan pemain lapis kedua seperti Rizal dan Kevin. Strategi ini sempat memperkecil ketertinggalan hingga poin 21. Namun, kematangan mental pemain LavAni di poin kritis tak tergoyahkan. Boy Arnes dkk menyudahi perlawanan lawan dengan skor 25-21.
Asisten Pelatih LavAni, Erwin Rusni, mengaku bersyukur atas hasil maksimal ini. “Pemain bermain optimal, mulai dari servis, receive, hingga blok berjalan cukup bagus,” ungkapnya usai laga.
Senada dengan pelatih, bintang muda LavAni, Boy Arnes, mengapresiasi kerja keras timnya. “Permainan hari ini cukup bagus, tapi kami tetap akan melakukan evaluasi, terutama soal kekompakan tim,” singkatnya.
Di sisi lain, pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Toiran, mengakui keunggulan lawan dan menyebut timnya tampil kurang maksimal. Mengenai keputusannya menurunkan pemain lapis kedua di set ketiga, Toiran menyebut hal itu sebagai bagian dari strategi.
”Itu bagian dari strategi memberi kesempatan jam terbang, dan mereka tampil cukup baik. Kami tetap optimis tim bisa tampil lebih baik ke depannya,” ujar pelatih asal Kuba tersebut.
Sementara itu, pemain Bhayangkara, Alfin Daniel, mengakui masih banyak celah yang harus dibenahi. “Kami bermain di bawah performa terbaik. Masih banyak yang harus dievaluasi, terutama soal kerja sama tim,” pungkasnya.mut





