Malang, Bhirawa-Putri pejuang Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) yang juga tokoh masyarakat Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., usai ziarah di Makam Pahlawan Mas Trip, membagikan kenangan menyentuh mengenai betapa besarnya bentuk penghargaan negara dan masyarakat era terdahulu terhadap jasa para pahlawan.
Sri Untari menceritakan pengalamannya saat mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selama bertahun-tahun menuntut ilmu, dirinya mengaku sama sekali tidak pernah ditagih biaya SPP maupun iuran sekolah lainnya.
”Waktu itu saya belum mengerti kenapa tidak pernah ditagih SPP. Ternyata Ibu saya mendaftarkan saya ke sekolah sebagai anak pejuang, sehingga digratiskan penuh dari SMP sampai SMA,” kenang Sri Untari saat ditemui di sela-sela rangkaian kegiatan ziarah.
Ia mengaku, pada awalnya sempat muncul rasa malu karena mendapat perlakuan khusus tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa hal itu merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi nyata terhadap perjuangan orang tuanya yang telah bertaruh nyawa membela tanah air.
Menurut Sri Untari, penghargaan terhadap jasa veteran dan pejuang kemerdekaan pada masa lalu betul-betul menyentuh hingga ke anak cucu. Pendidikan gratis yang diterima anak-anak pejuang menjadi cerminan tebalnya nilai budi pekerti serta rasa terima kasih bangsa terhadap para pahlawan.
Namun, ia menyayangkan kondisi saat ini yang dinilainya mulai bergeser. Penghargaan dan kepedulian terhadap keturunan para pejuang kemerdekaan dinilai semakin memudar ditelan zaman.
”Zaman dulu penghargaan kepada para pahlawan itu terasa betul sampai ke anak-anaknya, ada budi pekertinya. Kalau sekarang, jangankan anak, cucunya pahlawan pun sering kali kurang mendapat perhatian,” cetusnya.
Oleh karena itu, melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga ini, gelora doktrin “Perjuangan Kuteruskan Sampai Akhir Zaman” diharapkan terus digaungkan oleh seluruh anak cucu pejuang Mas TRIP demi menjaga kedaulatan NKRI serta merawat ingatan sejarah bangsa.
Gubernur Jatim Hadir
Upacara ziarah dan tabur bunga tahunan ini mencatatkan momen bersejarah dengan kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim.
Tampak hadir dalam rombongan antara lain Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus, Komandan Lanal Malang Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Restu Novi Widiani, serta Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto.
Rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum PP Mas TRIP, Destri, bersama sekitar 500 hingga 750 anggota keluarga besar TRIP yang hadir dari berbagai wilayah seperti Surabaya, Jakarta, serta daerah lain di Jawa Timur.
Baca Juga:
Sri Untari Apresiasi Pengoperasian Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, penghormatan kepada para pahlawan, upacara singkat, hingga prosesi tabur bunga di pusara para pejuang muda. Suasana semakin menggelegar ketika panitia menampilkan replika kilas balik pertempuran sengit tahun 1947 di Jalan Salak (sekarang Jalan Mas TRIP), mengabadikan gugurnya 35 pejuang pelajar saat melawan agresi militer Belanda.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur juga menegaskan pentingnya merawat ingatan sejarah dan meneladani nilai-nilai pengorbanan para pejuang sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum PP Mas TRIP, Destri, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan jajaran Forkopimda, serta terima kasih kepada seluruh keluarga besar TRIP se-Indonesia yang menyukseskan sarasehan, temu kangen, ziarah, hingga napak tilas perjuangan. mut








