Serah terima Bantuan teknologi mesin pencacah plastik kepada warga Kelurahan Ketawanggede
Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat peran Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, FTAB UB menyerahkan bantuan berupa teknologi tepat guna mesin pencacah plastik kepada warga Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Penyerahan alat tersebut berlangsung di Balai RW 3 Kelurahan Ketawanggede melalui sinergi Program Kampung Lingkar Kampus (KLK) dan Mahasiswa Membangun Mitra (3M).
Ketua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FTAB UB, Nur Lailatul Rahmah, S.Si., M.Si., Ph.D., menyerahkan langsung mesin pencacah plastik tersebut kepada Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.S.E., dengan disaksikan jajaran pengurus PKK, Ketua RW, Ketua RT, serta tim dosen dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Nur Lailatul Rahmah menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap limbah. Menurutnya, pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi.
”Sampah saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata karena sampah masa kini dapat diubah menjadi cuan dengan penanganan yang tepat,” ujar Nur Lailatul Rahmah.
Ia menambahkan, program ini dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Selain penyerahan unit mesin, tim mahasiswa FTAB UB yang didampingi dosen anggota DPL, Dr. Retno Damayanti dan Tunjung Mahatmanto, Ph.D., turut memberikan edukasi teknis. Edukasi tersebut meliputi tata cara pengoperasian mesin, prosedur perawatan berkala, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penyerahan modul panduan dan x-banner sarana edukasi warga.
Ketua Tim Mahasiswa FTAB UB, Alvin, menjelaskan bahwa transfer pengetahuan menjadi kunci agar bantuan teknologi tepat guna ini dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan.
”Teknologi akan memberikan dampak apabila dapat digunakan secara mandiri oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami tidak hanya menyerahkan mesin pencacah plastik, tetapi juga menyediakan modul dan media edukasi agar proses transfer pengetahuan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutur Alvin.
Sementara itu, Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, S.E., M.S.E., menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi serta kepedulian FTAB UB terhadap wilayahnya.
”Kami berharap bantuan teknologi tepat guna ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung dalam menjawab permasalahan lingkungan di Kelurahan Ketawanggede,” pungkas Raden Agung. mut












