Malang, Bhirawa — Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya kian agresif memperluas sayap internasionalisasinya. Pada tahun ajaran 2026, fakultas tersebut resmi menyambut tiga mahasiswa asing yang berasal dari Pakistan dan Turki.
Ketiga mahasiswa internasional tersebut menempuh jenjang pendidikan yang bervariasi. Aliza Shoukat Hussain asal Pakistan diterima di Program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan, sementara rekannya dari negara yang sama, Tayyaba Batool, resmi bergabung di Program Studi S2 Teknologi Hasil Pertanian. Keduanya berhasil lolos melalui skema Brawijaya International Student Scholarship (BISS) tahun 2026.
Sementara itu, mahasiswa asal Turki, Eda Dizman, memantapkan langkah akademiknya di Program Studi S1 Bioteknologi melalui jalur International Undergraduate Program (IUP) 2026.
Langkah ini kian menegaskan daya saing dan reputasi FTAB UB di peta pendidikan tinggi internasional, terutama dalam pengembangan riset dan teknologi agroindustri serta biosistem.
Wakil Dekan Bidang Akademik FTAB UB, Endrika Widyastuti, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., menegaskan komitmen fakultas dalam menghadirkan ekosistem belajar bertaraf dunia. Menurutnya, jalur IUP dirancang khusus untuk memfasilitasi mahasiswa dengan proses pembelajaran berstandar internasional, pengantar bahasa Inggris penuh, serta iklim multikultural.
”Mahasiswa IUP mendapatkan kurikulum yang selaras dengan standar global serta peluang kolaborasi riset internasional. Kehadiran mereka tidak hanya memberi pengalaman bagi mahasiswa asing, tetapi juga memperkaya wawasan dan suasana akademik bagi mahasiswa lokal,” ungkap Endrika.
Kehadiran Tayyaba, Aliza, dan Eda diharapkan mampu memperluas kolaborasi lintas negara sekaligus mempercepat langkah UB menuju World Class University. Hingga kini, FTAB UB masih aktif membuka kesempatan bagi calon mahasiswa asing dari berbagai belahan dunia melalui seleksi mandiri jalur IUP.












