Gandeng Komunitas, UWK Malang Buka Posko Gempa NTT Sasar Warga yang Belum Tersentuh Bantuan

Kota Malang, Bhirawa-Aksi nyata kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan Universitas Widya Karya (UWK) Malang. Kampus ini bergerak cepat mendirikan Posko Tanggap Bencana Darurat guna menghimpun logistik sekaligus menjangkau warga terdampak di daerah pelosok yang belum mendapatkan bantuan secara maksimal.

​Dalam menggerakkan aksi kemanusiaan tersebut, UWK Malang tidak bergerak sendiri. Posko Peduli NTT disiapkan melalui kolaborasi lintas lembaga, meliput Yayasan Perguruan Tinggi Katolik (PTK) Adisucipto, Flobamora Malang Raya, Yayasan Charis Indonesia, dan Komisi Kerawam Keuskupan Malang.

​Rektor UWK Malang, Fr. Klemens Mere, menegaskan bahwa gerakan ini dilandasi oleh komitmen kemanusiaan yang menjadi nilai utama kampus. Apalagi, ikatan emosional UWK dengan NTT sangat kuat mengingat sekitar 35 persen dari total mahasiswa UWK berasal dari kawasan tersebut.

​”Memang Widya Karya punya kepedulian, sehingga kami ingin membentuk posko tanggap bencana karena ini menyangkut kemanusiaan. Apapun yang terjadi, jika berbicara tentang kemanusiaan, Widya Karya selalu menomorsatukan hal tersebut,” tegas Klemens.

​Meski penanganan bencana berlangsung di tengah padatnya agenda akademik—bertepatan dengan agenda wisuda kampus pada 15 Agustus 2026—pihak kampus tetap sigap membagi perhatian. Kampus turut memberikan pendampingan dan menenangkan para mahasiswa asal NTT agar tetap fokus sembari menyalurkan bantuan.

​Klemens menambahkan, fokus utama posko ini adalah mendistribusikan logistik ke kawasan yang minim perhatian publik. Sebab, sejauh ini bantuan mayoritas masih menumpuk di pusat kota seperti Maumere, Ende, dan Labuan Bajo.

​”Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana bantuan ini bisa sampai kepada mereka yang memang membutuhkan, terutama wilayah sekitar 30 kilometer dari Nagekeo yang akses komunikasi dan listriknya sempat terputus,” imbau Klemens.

​Sementara itu, Ketua Yayasan PTK Adisucipto, Budi Santoso Djaja SH MM, menjelaskan bahwa bantuan yang dihimpun bakal dibagi ke dalam dua fase utama, yaitu pemenuhan kebutuhan darurat dan program pemulihan jangka panjang.

​Untuk jangka panjang, pihaknya berencana menerjunkan Fakultas Teknik Sipil UWK guna merancang konsep rumah sederhana tahan gempa bagi warga terdampak.

​”Jangka panjangnya, kami ingin membawa konsep bangunan sederhana yang tahan gempa ke sana. Harapannya, ke depan tidak ada lagi rumah rubuh yang menimpa warga. Materialnya akan memanfaatkan bahan lokal agar efisien,” terang Budi.

​Penyaluran logistik di lapangan nantinya dikawal ketat oleh jaringan relawan Flobamora Malang Raya serta pihak Keuskupan setempat untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

​Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi uang melalui rekening BCA 011-3099906 a.n. Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Adisucipto dengan mencantumkan kode unik PNTT26. Sedangkan bantuan barang dapat dikirim langsung ke Posko Peduli NTT di Kampus UWK Malang atau menghubungi kontak panitia di 0821-4734-4269 (Saver) dan 0812-8710-4469 (Chorota). mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *