Jakarta, Bhirawa-Komisi Yudisial Republik Indonesia (KYRI) mulai bertransformasi mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna memperkuat akurasi dan kecepatan analisis putusan pengadilan. Langkah strategis ini direalisasikan melalui kemitraan hilirisasi riset bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Penerapan inovasi tersebut diawali dengan sosialisasi dan pelatihan teknis bagi analis Pusat Analisis dan Layanan Informasi KYRI di Jakarta, belum lama ini. Kegiatan ini merupakan implementasi riset bertajuk “Implementasi Sistem AI untuk Penguatan Otomasi Analisis Putusan Pengadilan di KYRI”, yang didanai Program Hilirisasi Riset Prioritas-SINERGI 2026 Kemendiktisaintek.
Sistem berbasis AI ini dirancang khusus guna menyederhanakan alur kerja analis hukum. Mulai dari penelusuran berkas, ekstraksi poin penting, klasifikasi yurisprudensi, hingga perumusan ringkasan perkara yang kerap memakan waktu saat berhadapan dengan ribuan tumpukan berkas perkara.
Kendati memanfaatkan kecerdasan mesin, aspek human-in-the-loop tetap menjadi landasan utama. Analis hukum KYRI diposisikan sebagai pemegang kendali penuh atas validitas dan konteks putusan.
Dalam pelatihan lanjutan pasca-Focus Group Discussion (FGD) II tersebut, para analis dilatih secara intensif menelaah keluaran data AI sekaligus memverifikasinya silang (cross-check) terhadap dokumen sumber, kaidah hukum, dan fakta persidangan.
”Teknologi ini dirancang sebagai instrumen pendukung akselerasi, bukan pengganti peran analis. Verifikasi substansi hukum tetap berada di tangan manusia untuk menjaga akuntabilitas putusan,” jelas tim riset.
Proyek strategis ini dikawal langsung oleh kolaborasi lintas disiplin UMM yang memadukan keahlian teknologi dan hukum, yakni Ir. Galih Wasis Wicaksono, M.Cs. (Fakultas Teknik) serta Nur Putri Hidayah, M.H. (Fakultas Hukum), dengan dukungan teknis dari Muhammad Hariz Faizul Anwar, S.Kom. dan Nizam Avif Anhari, S.Kom.
Sinergi antara KYRI dan UMM ini menjadi percontohan konkret hilirisasi riset perguruan tinggi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi penguatan kinerja institusi penegak keadilan di tanah air. mut







