Fakultas Kedokteran UB melakukan Edukasi Pengasuhan Anak anak di era maraknya Gawai
Kota Malang, Bhirawa
Dinamika sosial di kawasan padat penduduk lingkar kampus menyimpan tantangan tersendiri bagi tumbuh kembang anak. Merespons risiko tingginya paparan gawai dan potensi gangguan psikososial di era digital, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) turun langsung menggelar pengabdian masyarakat di Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, belum lama ini.
Mengusung tema “Ketawanggede Sehat dan Tangguh melalui Edukasi Pengasuhan Anak”, kegiatan ini menyasar penguatan pola asuh orang tua sekaligus membekali mereka dengan strategi praktis mengelola waktu layar (screen time) anak.
Narasumber ahli FK UB, dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ(K), memaparkan bahwa penggunaan teknologi digital pada anak dan remaja laksana pisau bermata dua. Jika tidak terkontrol, gawai dapat memicu gangguan emosional, sosial, hingga perilaku perundungan (bullying).
”Penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat memengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak. Oleh karena itu, orang tua perlu hadir sebagai pendamping yang aktif, bukan sekadar pengawas,” tegas dr. Frilya di hadapan warga setempat.
Melalui sinergi bersama Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB), FK UB berupaya menghadirkan intervensi berbasis komunitas yang bersifat preventif. Sesi seminar interaktif sengaja dipadukan dengan lomba mewarnai dan menggambar yang diikuti lebih dari 15 anak-anak setempat. Aktivitas kreatif ini dirancang untuk mengalihkan perhatian anak dari gawai, sekaligus mendongkrak literasi dan kreativitas sejak dini.
Pihak FK UB berharap program ini mampu memberikan dampak langsung bagi ketahanan sosial dan kesehatan mental keluarga di Ketawanggede. Langkah nyata ini juga menjadi komitmen akademisi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 terkait Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui edukasi kesehatan komunitas yang terintegrasi. mut











