Prof Dr Nazaruddin Malik
Malang, Bhirawa
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya terhadap isu-isu keberlanjutan lingkungan (sustainability environment) dan perubahan iklim. Salah satunya dengan mendorong terciptanya kerangka hukum internasional yang kuat antarnegara guna melindungi kelestarian alam secara global.
Hal tersebut dikemukakan dalam seminar akademik yang membahas tantangan lingkungan hidup, seperti ancaman perubahan iklim dan efek rumah kaca yang kian mengkhawatirkan.
Dalam pernyatannya, pihak UMM menegaskan bahwa tantangan lingkungan global saat ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari eksploitasi ekonomi, perbedaan kepentingan politik, hingga perkembangan teknologi. Hal ini menyebabkan dibutuhkannya kepastian dan kesepakatan hukum bersama.
”Seminar ini berupaya menarik perhatian agar para stakeholder di seluruh dunia mulai memberikan perhatian lebih terkait kerja sama antarnegara di bidang hukum untuk keberlanjutan lingkungan hidup,” ungkap pimpinan UMM di sela-sela kegiatan seminar.
Lebih lanjut dijelaskan, kerja sama ini tidak sekadar mendorong kolaborasi antarmasyarakat dunia, melainkan juga mencari bentuk payung hukum formal yang disepakati bersama. Kajian akademis semacam ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata berupa pemikiran serta inovasi baru dalam hukum internasional demi menjaga keberlangsungan hidup manusia.
Komitmen UMM terhadap isu lingkungan ini juga dibuktikan secara riil di lingkungan kampus. UMM secara konsisten menaruh perhatian besar pada pengembangan energi terbarukan, ketahanan pangan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
”Komitmen itu kita buktikan di kampus, termasuk fasilitas hotel dan tata kelola lingkungan air di lingkungan kampus. Semua merupakan upaya kita untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan menjaga kesinambungannya,” pungkasnya. mut






