Gelar BFAC 2026, FIB UB Siapkan ‘Golden Ticket’ bagi Talenta Seni Muda Nasional

Future Canvas: dari Seni Rupa Murni FIB UB, Lahir Generasi Kreatif pemenangnya akan mendapat golden ticket masuk UB

KotaMalang, Bhirawa

Program Studi Seni Rupa Murni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaring talenta kreatif tanah air. Melalui ajang Brawijaya Fine Art Competition (BFAC) 2026, FIB UB tidak hanya sekadar menggelar lomba, namun juga menyiapkan karpet merah berupa golden ticket masuk perguruan tinggi bagi para pemenang.

​Dekan FIB UB, Sahiruddin Ph.D., mengungkapkan bahwa BFAC yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan merupakan jembatan antara dunia sekolah dengan ekosistem akademik seni rupa. Dengan tema “Future Canvas: dari Seni Rupa Murni FIB UB, Lahir Generasi Kreatif”, ajang ini menjadi ruang eksplorasi bagi siswa SMA/SMK/MA sederajat di tingkat nasional.

​”Penyelenggaraan BFAC 2026 adalah bagian dari komitmen kami untuk membuka ruang eksplorasi artistik bagi generasi muda. Selain wadah kompetisi, ini adalah media edukasi dan promosi budaya visual kreatif,” ujar Sahiruddin saat ditemui di Gedung B FIB UB, Senin (11/5).

Kompetisi tahun ini tampil beda dengan mengolaborasikan seni konvensional dan media digital. Terdapat empat cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Digital Drawing dan Lomba Lukis yang dilaksanakan secara luring di lingkungan kampus, serta Digital Poster dan Fotografi yang digelar secara daring.

​Untuk cabang Digital Drawing, para peserta nampak antusias membawa perangkat mandiri seperti pen tablet dan laptop. Sementara pada lomba lukis, panitia memfasilitasi kebutuhan fisik seperti kanvas dan easel. Di sisi lain, kategori daring berhasil menjaring peserta dari berbagai pelosok nusantara melalui sistem penjurian berbasis Zoom dan Google Drive.

Yang menarik, apresiasi yang diberikan FIB UB tidak main-main. Selain uang pembinaan, para pemenang mendapatkan potongan Iuran Pembangunan Institusi (IPI). Lebih dari itu, sertifikat juara dapat digunakan sebagai golden ticket atau prioritas untuk diterima sebagai mahasiswa Program Studi Seni Rupa Murni FIB UB.

​”Kami ingin membangun ekosistem seni rupa yang inklusif dan inovatif. BFAC diharapkan menjadi panggung lahirnya talenta muda yang mampu membawa seni rupa Indonesia berbicara di level internasional,” pungkas Sahiruddin.

​Strategi publikasi kreatif pun dilakukan secara masif melalui berbagai kanal media sosial dan dokumentasi video untuk memperluas jangkauan publikasi, sekaligus memperlihatkan dinamika kreativitas peserta selama kompetisi berlangsung yang mencapai puncaknya pada pengumuman pemenang. kemarin.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *