Kunjungan Delegasi dari Taiwan diterima di Dekanat FTAB
Kota Malang, Bhirawa
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) terus tancap gas memperluas jejaring internasionalnya. Terbaru, fakultas yang dipimpin oleh Prof. Yusuf Hendrawan ini resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Departemen Teknik Lingkungan Chung Yuan Christian University (CYCU) Taiwan, Rabu (13/5) kemarin.
Kunjungan delegasi Taiwan yang terdiri dari Prof. Dr. You, Sheng-Jie dan Prof. Dr. Wang, Ya-Fen tersebut diterima langsung oleh jajaran pimpinan FTAB di Gedung Dekanat. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua institusi untuk menyinergikan potensi di bidang pendidikan dan riset teknologi hijau.
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjawab tantangan lingkungan global yang kian kompleks.
”FTAB sangat terbuka terhadap kolaborasi internasional. Kerja sama dengan CYCU Taiwan ini diharapkan mampu membuka gerbang bagi mahasiswa dan dosen kami untuk terjun langsung dalam ekosistem akademik global, khususnya pada penguatan inovasi teknologi keberlanjutan,” ujar Prof. Yusuf.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa poin penting penguatan kapasitas akademik, antara lain:
Student Exchange: Program pertukaran mahasiswa untuk memperkaya pengalaman global.Joint Research: Penelitian bersama terkait inovasi teknologi lingkungan.
Visiting Professor: Pertukaran tenaga ahli dan dosen tamu antarnegara.Publikasi Internasional: Kolaborasi penulisan karya ilmiah pada jurnal bereputasi global.
Tak sekadar seremoni penandatanganan kerja sama, delegasi CYCU Taiwan juga langsung “tancap gas” memberikan ilmu melalui kegiatan visiting lecture bagi mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan FTAB UB.
Dalam kuliah tamu tersebut, mahasiswa diajak membedah isu-isu terkini mengenai sustainability engineering, pengelolaan limbah modern, hingga strategi menghadapi perubahan iklim global. Materi ini diharapkan memberikan global exposure agar lulusan FTAB UB memiliki daya saing tinggi di level internasional.
”Kami ingin menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif. Melalui kehadiran pakar dari Taiwan ini, mahasiswa mendapatkan perspektif baru mengenai pendekatan teknologi modern dalam mengatasi pencemaran lingkungan,” pungkas Prof. Yusuf.
Dengan langkah ini, FTAB UB semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu garda terdepan dalam internasionalisasi kampus di lingkungan Universitas Brawijaya. mut.






