Malang, Bhirawa-Pendidikan sains dan energi terbarukan mulai ditanamkan sejak dini kepada generasi muda di Kota Malang. Melalui kolaborasi strategis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB), Hunter Innovation and Science Hub Incorporated (HISH) Australia, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menggelar lokakarya Teacher Orientation and Practical EV Solar Car Challenge.
Agenda yang dihelat di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung C FISIP UB pada Kamis 15/10, ini berfokus mengenalkan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) kepada siswa sekolah dasar (SD) melalui praktik langsung merakit dan menguji mobil mini bertenaga surya.
Kegiatan ini melibatkan 25 guru dari SD negeri dan swasta se-Kota Malang. Program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional bertajuk Enhancing Indonesia-Australia Relations through Schools Solar Car Challenge yang didanai hibah Australia–Indonesia Institute dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia, dengan melibatkan FISIP UB, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Tadulako.
Ketua Pelaksana EV Solar Car Challenge Kota Malang, Assoc. Prof. Maulina Pia Wulandari, Ph.D., mengungkapkan bahwa pelatihan ini disiapkan untuk membekali guru sebelum mendampingi murid dalam ajang kompetisi mobil surya pada Januari 2027 mendatang.
”Setiap sekolah menyiapkan dua tim, yakni satu tim siswa perempuan dan satu tim siswa laki-laki. Total ada 50 tim yang siap berlaga. Lewat komposisi ini, kami membuka kesempatan yang setara bagi anak perempuan dan laki-laki untuk mendalami rekayasa teknologi dan energi terbarukan sejak dini,” terang Pia.
Selama agenda berlangsung, para pengajar dibekali wawasan teknis, simulasi perakitan unit mobil tenaga surya mini, hingga tahapan uji laju di sirkuit mini yang disiapkan panitia.
Presiden HISH Australia sekaligus Direktur Proyek, Emeritus Prof. Tim Roberts, menyebutkan bahwa metode edukasi sains aplikatif yang diterapkan di Australia ini dirancang agar mudah diadaptasi ke dalam ruang kelas di Indonesia untuk memantik daya kritis siswa.
Dukungan penuh turut ditegaskan pimpinan fakultas. Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya FISIP UB, Assoc. Prof. M. Lukman Hakim, menyatakan langkah ini merupakan manifestasi nyata kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada pilar pendidikan bermutu (SDG 4), kesetaraan gender (SDG 5), serta kemitraan global (SDG 17).
Apresiasi positif juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana. Menurutnya, inovasi ini menjadi angin segar bagi ekosistem pendidikan dasar di Kota Malang.
”Proyek ini sangat berharga dan tergolong langka. Edukasi ini bukan sekadar melatih anak merakit modul mobil listrik mini bertenaga surya, melainkan membangun imajinasi dan cita-cita masa depan mereka terhadap kemajuan teknologi ramah lingkungan,” tutur Suwarjana. mut









