Jombang, Bhirawa – Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menyampaikan permintaan maaf di sela penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusannya.
Penyampaian LPJ PBNU periode lima tahun kepengurusan Gus Yahya—sapaannya—berlangsung di tengah agenda Muktamar ke-35 NU.
Pelaporan ini terlaksana pada Jumat (28/9) kemarin di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Baca Juga: Muktamar ke-35 NU Bergulir, Gus Yahya Sambut Presiden Prabowo dan Puluhan Ribu Nahdliyin
Capaian PBNU 5 Tahun Kepemimpinan Gus Yahya
Menurut Gus Yahya, pencapaian PBNU selama kepemimpinannya merupakan hasil kerja kolektif.
“Lima tahun lalu kami menerima amanah ini. Sekarang saatnya kami mengembalikannya dengan laporan tentang apa yang telah kami kerjakan,” ujar Gus Yahya, menukil dari laman resmi Muktamar NU.
“Selama lima tahun, kami berusaha merespons perkembangan zaman melalui berbagai kebijakan dan pilihan strategis,” tuturnya.
Menurutnya, meski banyak program PBNU yang berhasil dan berkembang pesat, masih ada dinamika dan kekurangan yang membutuhkan perbaikan di masa mendatang.
“Kami mohon maaf kepada Nahdlatul Ulama, seluruh jam’iyah Nahdlatul Ulama, warga Nahdlatul Ulama, dan kepada sejarah Nahdlatul Ulama atas kekurangan kami,” imbuh Gus Yahya dengan tulus.
“Apa yang telah kami capai bukan pencapaian personal. Bukan hasil kerja orang per orang, bahkan bukan hanya hasil kerja Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Karena, bapak-bapak di PW dan PC seluruh Indonesia juga selama ini ikut mengerjakan agenda-agenda ini,” urainya.
Ia menegaskan adanya sinergi yang solid dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, Badan Otonom (Banom), PWNU, PCNU, MWCNU, hingga tingkatan Ranting menjadi kunci utama bergeraknya roda organisasi.
Termasuk sokongan doa dari para masyayikh, ketulusan kiai, dedikasi kader, serta kepercayaan warga nahdliyin dan sinergi berbagai mitra kerja.
Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa LPJ tersebut murni sebagai wujud akuntabilitas atas ikhtiar yang telah terlaksana bersama-sama. “Laporan ini bukan klaim atas keberhasilan. Ini adalah pertanggungjawaban atas ikhtiar, bahwa kami telah berikhtiar,” tegas Gus Yahya.
Setelah mendengarkan pandangan umum dari berbagai Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU), LPJ PBNU periode ini secara resmi mendapat penerimaan penuh oleh Muktamirin.
Meskipun beberapa wilayah memberikan catatan konstruktif untuk penguatan ke depan, secara keseluruhan jajaran kepengurusan tingkat bawah mengapresiasi kinerja kolektif dan dinamika positif yang telah terbangun selama lima tahun terakhir.
Adapun Muktamar ke-35 NU terus berlangsung hingga Senin (31/8) mendatang di tempat sama dengan beragam segmentasi agenda.(DS)












