KH Noor Shodiq Askandar
Kota Malang, Bhirawa
Menyambut momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Rumah Sedekah meluncurkan gerakan sosial inovatif berupa pengumpulan barang bekas layak pakai untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Gerakan ini diharapkan mampu membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.
Inisiator Rumah Sedekah, KH Noor Shodiq Askandar — yang akrab disapa Gus Shodiq — mengungkapkan bahwa program ini mengusung tiga pesan utama. Pertama, untuk mengoptimalkan barang bekas layak pakai agar tidak mubazir. Kedua, membantu masyarakat merapikan hunian dari barang yang menumpuk, dan ketiga, memberikan edukasi bahwa sedekah tidak melulu soal uang.
”Sedekah itu esensinya luas, bisa apa saja. Tidak hanya berupa uang, harta benda lain yang masih layak pun bisa disedekahkan. Bahkan tenaga dan senyuman yang menyenangkan sesama juga bagian dari sedekah,” ujar Gus Shodiq yang juga dikenal sebagai aktivis sosial ini.
Terkait teknis pelaksanaan, Gus Shodiq menjelaskan bahwa proses pengumpulan barang sudah dimulai sejak sekarang. Sementara itu, penyaluran massal dijadwalkan akan bergerak mulai pertengahan Agustus mendatang.
Menurutnya, pemilihan momentum bulan Agustus sengaja dilakukan sebagai wujud refleksi rasa syukur atas kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
”Jika dulu para pejuang merebut kemerdekaan dengan cucuran darah, maka tugas kita sekarang adalah mengisinya dengan kegiatan positif. Salah satunya melalui kebersamaan, saling mengisi, dan tolong-menolong antar-sesama demi Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Program sosial ini pun mendapat sambutan hangat dari publik. Gus Shodiq menambahkan, antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi tergolong sangat tinggi sejak gerakan ini pertama kali disosialisasikan.
”Respons masyarakat luar biasa. Bahkan, banyak warga yang secara sukarela ikut mengampanyekan gerakan ini, sekaligus bersedia menjadi koordinator pengumpulan barang bekas di wilayah mereka masing-masing,” pungkasnya.mut





