Malang, Bhirawa— Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama (UWG) Malang tengah mematangkan langkah transformasi kelembagaan dan kurikulum. Upaya pembenahan menyeluruh ini dirancang untuk menjawab tuntutan masyarakat serta kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIK) yang kian dinamis.
Langkah strategis tersebut difokuskan untuk mengubah citra pendidikan pertanian agar tampil lebih modern, inovatif, dan selaras dengan laju perkembangan teknologi. Salah satu poin utama yang masuk dalam pembahasan adalah rebranding fakultas, termasuk wacana penyesuaian nama guna mempertegas identitas kelembagaan baru.
Rektor UWG Malang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif restrukturisasi tersebut. Pihak rektorat memastikan kesiapan fasilitas dan instrumen kelembagaan, salah satunya lewat penerbitan surat tugas khusus bagi tim pengembangan yang ditunjuk.
Wakil Rektor I UWG menekankan pentingnya pergeseran paradigma terhadap sektor agrikultur di kalangan generasi muda. Menurutnya, pertanian modern saat ini telah berevolusi menjadi ekosistem luas yang terintegrasi dengan sains terapan, teknologi digital, rantai pasok industri, hingga kewirausahaan.
”Pertanian hari ini bukan lagi sebatas aktivitas budidaya konvensional di lahan, melainkan sektor berdaya saing tinggi yang menuntut penguasaan teknologi, kecakapan membaca peluang pasar, serta penciptaan inovasi bisnis,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret memperluas jangkauan, Tim Pengembangan Fakultas Pertanian UWG mulai menjalankan strategi jemput bola melalui kunjungan ke sejumlah sekolah tingkat menengah atas. Edukasi langsung ke sekolah-sekolah potensial ini ditujukan untuk membuka wawasan calon mahasiswa bahwa sektor pertanian menawarkan prospek karier yang luas dan menjanjikan.Sinergi antara rektorat, dekanat, dan tim pengembangan terus diperkuat demi memastikan transformasi berjalan berkesinambungan. Pembaruan identitas baru ini diproyeksikan mampu mendongkrak daya saing lulusan agar relevan dengan standar industri agribisnis masa depan.










