Kemandirian di Balik Manisnya Buah Kering SLB Eka Mandiri Batu

Aroma manis apel dan nangka merebak di salah satu sudut ruang kerja SLB Eka Mandiri Batu. Di ruangan itu, kesibukan berlangsung rapi dan teratur. Tangan-tangan terampil para siswa dan alumni tampak cermat memilih buah segar, mengirisnya dengan ketebalan presisi, lalu menyusunnya di atas rak pengering. Keterbatasan fisik maupun intelektual luntur oleh ketelitian kerja. Di tempat ini, melalui unit usaha bernama UKM Unique, kemandirian dirajut lembar demi lembar buah kering.

​UKM Unique bukan sekadar wadah berwirausaha biasa. Unit usaha ini menjadi rumah berkarya yang seluruh tenaga kerjanya merupakan siswa serta alumni SLB Eka Mandiri. Berangkat dari tekad membangun kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, unit usaha inklusif ini kini melangkah lebih jauh lewat sentuhan teknologi tepat guna dan kolaborasi internasional.

​Langkah penguatan itu terwujud melalui Program Dosen Berkarya Universitas Brawijaya (UB) 2026. Menggandeng Universiti Putra Malaysia (UPM), tim akademisi lintas negara hadir langsung ke sekolah untuk mendampingi pengolahan buah kering berstandar industri. Kolaborasi dipimpin oleh Rini Yulianingsih, Ph.D., bersama Prof. Musthofa Lutfi dan Ubaidillah, M.Si. dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB, serta menggandeng para pakar UPM seperti Prof. Dr. Rosnah Shamsudin, Dr. Siti Hajar Ariffin, dan Dr. Muhammad Hazwan Hamzah.

​”Pengabdian ini bukan sekadar memberikan alat, tetapi membangun sistem. Kami ingin keterampilan ini berkelanjutan dan menjadi bekal wirausaha nyata bagi mereka,” ungkap Rini Yulianingsih.

​Bagi anak-anak berkebutuhan khusus di UKM Unique, pengolahan buah kering kini tak lagi sebatas mengeringkan irisan buah. Mereka diajak memahami pentingnya Good Manufacturing Practice (GMP) dan higienitas pangan. Dalam sesi pelatihan, Prof. Dr. Rosnah Shamsudin memaparkan tiga kunci utama mutu buah kering: pemilihan buah segar, ketebalan irisan yang seragam, serta kontrol suhu pengeringan yang stabil. Kunci-kunci teknis tersebut langsung dipraktikkan para peserta menggunakan bantuan mesin food dehydrator dan alat perajang (slicer) yang dihibahkan oleh tim pengabdian.

​Dukungan pun mengalir dari pemerintah daerah. Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) Kota Batu berkomitmen mengawal sisi legalitas usaha, desain kemasan, hingga akses pemasaran agar produk karya siswa SLB ini mampu menembus rak-rak pasar modern.

​Rasa bangga terpancar dari raut wajah Kepala SLB Eka Mandiri Batu. Baginya, kehadiran teknologi dan pendampingan ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk melahirkan produk berdaya saing tinggi.

​Dari Kota Batu, UKM Unique menunjukkan potret nyata ekonomi inklusif yang hidup dan bertumbuh. Di balik renyah dan manisnya buah kering yang dihasilkan, ada cerita tentang martabat, asa, dan keteguhan anak-anak istimewa yang berdaya di atas kaki sendiri.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed