Pemotongan tumpem dilakukan oleh Dr Sri Untari Bisowarno M AP, menandai dimulainya pembangunan Klinik Kecantikan dan Klinik Kesehatan FKTP SBW
Malang, Bhirawa
Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Jawa Timur terus memperluas kepakan sayap bisnisnya. Terbaru, Koperasi SBW secara resmi memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk fasilitas layanan kesehatan yang mencakup Klinik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Klinik Kecantikan.
Ketua Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP. mengungkapkan bahwa pengembangan usaha di bidang kesehatan ini merupakan amanat dan keputusan resmi dari Rapat Anggota Rencana Kerja (RARK) Koperasi SBW.
”Hari ini kita laksanakan peletakan batu pertama untuk pengembangan usaha SBW di bidang kesehatan, yaitu Klinik BPJS dan Klinik Kecantikan. Kenapa baru sekarang, karena kita harus melengkapi seluruh administrasi terlebih dahulu dan mencari hari baik setelah bulan Suro,” ujar Sri Untari di sela-sela peletakan batu pertama gedung di kawasan Jalan Teluk Etna Kota Malang itu.
Ia menjelaskan, pengerjaan fisik bangunan klinik ini ditargetkan rampung pada akhir Desember mendatang. Rencananya, grand launching fasilitas kesehatan tersebut akan digelar bertepatan dengan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi SBW pada 30 Desember.
”Selama proses finalisasi bangunan nanti, kita juga siapkan untuk soft launching agar pelayanan bisa mulai berjalan secara bertahap,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sri Untari menerangka bahwa lini usaha baru ini menjadi unit bisnis ke-6 yang dikelola oleh Koperasi SBW. Sebelumnya, koperasi yang berbasis sistem tanggung renteng ini telah sukses mengoperasikan unit:
Simpan Pinjam (SP), Kavling Tanah, Mini Market Kafe, Transportasi/Rental Mobil
Untuk operasional klinik, SBW akan memberdayakan potensi internal anggota yang berprofesi sebagai tenaga medis, seperti dokter umum dan dokter gigi. Sedangkan untuk klinik kecantikan, pihak SBW bakal menggamit kolaborasi dan konsultasi bersama praktisi ahli serta dokter umum yang telah mengantongi sertifikasi kompetensi bidang estetika medis.
”Layanan ini terbuka untuk masyarakat umum. Namun khusus bagi anggota Koperasi SBW, seluruh transaksi penggunaan layanan—baik klinik, toko, hingga rental mobil—akan dicatat dan dikembalikan manfaatnya dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU),” jelasnya.
Ditanya mengenai pertimbangan lokasi, legislator asal Malang Raya ini menyebutkan bahwa lokasi tersebut dulunya difungsikan sebagai gudang dan ruang arsip. Setelah dievaluasi, potensi ruang yang ada dinilai sangat produktif jika dikembangkan menjadi unit bisnis layanan publik.
“Di samping itu, kinerja keuangan unit-unit usaha SBW sepanjang semester pertama tahun 2026 ini tercatat menunjukkan tren positif.
”Alhamdulillah kinerja usaha berjalan baik. Jika pada tahun 2025 ketercapaian target omset berada di angka 84 persen, maka di semester pertama tahun 2026 ini sudah menembus angka 96 persen. Kita optimis sisa target 4 persen dapat terlampaui di semester berikutnya,” pungkasnya.mut






