Kerap Diabaikan, Dokter Gigi Klinik Pratama UM Beberkan Ancaman Karies dan Kunci Pencegahannya

Kota Malang, Bhirawa-Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut dinilai masih perlu terus didorong. Pasalnya, sebagian besar orang baru mendatangi fasilitas kesehatan ketika rasa ngilu atau sakit gigi sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.  Hal itu disampaikan drg Hafsah Nurul Ummah SKG, dokter  pada klinik pratama Universitas Negeri Malang (UM)

​Merujuk data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi karies gigi di tanah air menembus angka 82,8 persen. Tingginya angka tersebut menandakan kerusakan jaringan keras gigi atau karies masih menjadi ancaman senyap yang kerap disepelekan.

​ Hafsah Nurul Ummah,  menegaskan pentingnya menanamkan kebiasaan merawat gigi sebelum keluhan muncul.

​”Kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga setiap hari, bukan hanya ketika gigi terasa sakit. Pemeriksaan secara berkala sangat krusial agar kerusakan dapat dideteksi sedini mungkin dan segera ditangani sebelum bertambah parah,” ungkap drg Hafsah, Kamis 8/10.

​Ia menjelaskan, karies terbentuk akibat proses demineralisasi saat bakteri dalam plak memfermentasi sisa konsumsi gula menjadi asam. Paparan asam yang berulang secara perlahan melarutkan lapisan email.

​Bila dibiarkan tanpa penanganan medis, kerusakan akan menembus lapisan dentin hingga mencapai pulpa yang memuat jaringan saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini memicu nyeri spontan, abses, infeksi penyerta, hingga potensi kehilangan gigi permanen yang mengganggu fungsi pengunyahan serta kesehatan sistemik tubuh.

​Guna mencegah kerusakan lebih lanjut, drg Hafsah membagikan sejumlah langkah preventif yang dapat dibiasakan sehari-hari:

​Sikat Gigi Berfluorida Dua Kali Sehari: Menyikat gigi secara teratur terutama malam sebelum tidur dan pagi hari menggunakan pasta gigi berfluorida untuk mengembalikan mineral email gigi (remineralisasi).

​Batasi Frekuensi Asupan Manis: Mengatur frekuensi paparan makanan dan minuman manis guna meminimalkan produksi asam oleh bakteri mulut.

​Gunakan Benang Gigi (Dental Floss): Membersihkan sela-sela gigi secara rutin untuk mengangkat sisa plak yang tidak terjangkau bulu sikat.

​Pemeriksaan Berkala ke Dokter Gigi: Menjadwalkan kunjungan rutin dan pembersihan karang gigi (scaling) tanpa harus menunggu munculnya rasa sakit.

​”Melawan karies harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan sederhana yang konsisten. Menjaga gigi bukan sekadar estetika senyum, melainkan investasi kesehatan untuk mempertahankan kualitas hidup jangka panjang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed