Madiun, Bhirawa-Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Muhammad Irfan Yusuf Hasyim, secara resmi membuka agenda Kick-off Manasik Haji Nasional sekaligus gelaran Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat 25/9 Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan seluruh calon jemaah haji tentang krusialnya pemahaman manasik secara mandiri dan kesiapan fisik prima (istitha’ah kesehatan).
Dalam arahannya di hadapan belasan ribu jemaah, Gus Irfan—sapaan akrabnya—meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memberikan bimbingan sedekat dan sedetail mungkin kepada para jemaah. Hal ini bertujuan agar calon duyufurrahman memahami rukun, wajib, hingga sunah secara mandiri, memiliki toleransi terhadap perbedaan pandangan fikih di Tanah Suci, serta memahami alur skema khusus seperti Tanazul dan Murur.
Di samping pemahaman fikih, aspek kesehatan ditegaskan sebagai pilar utama. Belajar dari evaluasi musim haji sebelumnya, masih ditemukan ratusan jemaah yang gagal berangkat bahkan harus dipulangkan dari asrama akibat kondisi medis yang tidak memenuhi syarat istitha’ah.
”Ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Mumpung masih ada waktu persiapan, biasakan melatih fisik dengan rutin berjalan kaki dan berolahraga secara teratur,” tutur Irfan Yusuf di hadapan para jemaah.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah turut mengungkap rencana penjajakan operasional Bandara Dhoho Kediri agar dapat melayani penerbangan embarkasi jemaah haji, khususnya dari kawasan Mataraman, pada musim-musim mendatang.
Dorong Sinergi Ekosistem Ekonomi Haji dan UMKM
Kegiatan akbar yang dihelat selama tiga hari (25–27 September) di Stadion Wilis ini mengusung tema “Sinergi Membangun Ekosistem UMKM Haji dan Umrah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”.
-

Exspo UMKM haji-umrah di Stadion Wilis Madiun
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Prof. Dr. Rer. Nat. Zainal Effendi, S.Ag., M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa perhelatan ini memadukan literasi ibadah dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Kick-off manasik ini diikuti sekitar 15.000 jemaah secara luring di stadion, serta disaksikan secara daring oleh calon jemaah dari seluruh penjuru Tanah Air.
”Expo ini melibatkan 300 pelaku UMKM dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Terbagi dalam enam kategori, mulai dari produk perlengkapan haji dan umrah, makanan dan minuman, muslim fashion, kerajinan dan ekonomi kreatif, produk olahan, hingga unggulan UMKM lainnya,” urai Prof. Zainal.
Ia menegaskan, agenda ini bukan sekadar pameran seremonial. Tujuannya adalah membuka akses pasar produk lokal ke rantai pasok kebutuhan haji-umrah, mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan melalui business matching, hingga memperkuat digitalisasi lewat platform Haji dan Umrah Store.
”Harapan kami kegiatan ini berlanjut menjadi kemitraan konkret, transaksi bisnis riil, dan terbukanya pembiayaan perbankan, sehingga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di Jawa Timur maupun nasional,” pungkasnya.mut







