Malang, Bhirawa – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendukung penuh 13 sanggar pelestari Topeng Malangan.
Melalui rilis resmi Disbudpar Jatim, Selasa (25/8), Gubernur Jatim Khofifah menyalurkan dana pembinaan kepada tiap sanggar.
Masing-masing sanggar menerima Rp5 juta yang serah-terimanya berlangsung di Taman Krida Budaya, Kota Malang.
Baca Juga: Geliat Topeng Malangan Bangkit Lagi
Komitmen Nyata untuk Seni dan Budaya Jawa Timur
Gubernur Jatim, Khofifah hadir langsung di Taman Krida untuk menemui para pelestari Topeng Malangan dan memberi apresiasi.
Melalui Disbudpar, Pemprov memastikan kesenian Topeng Malangan harus terus hidup dan mewariskan sejarah serta filosofinya kepada generasi penerus.
Dukungan Penuh kepada Sanggar Tari dan UMKM
Sebanyak 13 sanggar tari mendapat dukungan langsung.
Bahkan, Sanggar Tari Setyotomo menerima 1 set gamelan lengkap.
Lalu, 12 sanggar lainnya mendapat dana pembinaan.
Selain itu, Paguyuban PKL di Taman Krida Budaya juga mendapat bantuan modal usaha.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Menurut data Disbudpar Jatim, dalam satu tahun telah terjadi kenaikan kuantitas peminat Topeng Malangan.
Jumlah sanggar khusus Topeng Malangan bertambah dari 11 menjadi 15 sanggar.
Kemudian, jumlah senimannya dari 369 menjadi 589 orang.
Optimisme Khofifah
“Budayanya lestari, senimannya berdaya, generasi mudanya bangga, ekonomi kreatifnya tumbuh,” ujar Khofifah.
Artinya, melestarikan budaya dan memberdayakan senimannya dapat membuat generasi mudanya bangga serta berpengaruh dalam menumbuhkan ekonomi kreatif lokal.(DS)












