Malang, Bhirawa-Keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meretas jalan kesuksesan di perguruan tinggi. Perjuangan pantang menyerah ini dibuktikan oleh Usriana Tamja, mahasiswi Program Studi Teknik Kimia Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, yang berhasil dinobatkan sebagai Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-52 UNITRI.
Anak kedua dari tiga bersaudara asal Flores, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menjadi satu-satunya di keluarga yang berhasil mengecap pendidikan tinggi. Motivasi utamanya sederhana namun mendalam: mengangkat derajat kedua orang tuanya yang bekerja keras di kampung halaman.
Baca Juga : Yosep Perianto Raih Predikat Terbaik, UNITRI Malang Resmi Wisuda 400 Lulusan ke-52
”Motivasi terbesar saya kuliah di UNITRI adalah untuk mengangkat derajat orang tua. Ayah saya setiap hari mengumpulkan pasir di sungai demi membiayai kuliah dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Usriana.
Kondisi ekonomi keluarga makin menantang saat musim hujan tiba. Pasokan uang saku dari hasil kebun kopi dan cokelat orang tuanya sangat terbatas, berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per bulan. Guna menyiasati kebutuhan hidup di Kota Malang, Usriana melakoni kerja sampingan di sebuah tempat laundry selama 5 hingga 8 jam setiap hari.
”Setiap kali merasa lelah, saya selalu mengingat perjuangan orang tua yang berendam di air sungai dari pagi sampai sore. Itu yang menjadi sumber kekuatan saya,” tuturnya.
Selain meraih predikat inspiratif, Usriana juga bertekad membawa dampak nyata bagi daerah asalnya melalui inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Mengembangkan karya yang dirintis saat Kuliah Kerja Nyata (KKN), ia berencana melatih ibu-ibu di kampung halamannya untuk mengolah limbah minyak goreng bekas (jelantah) menjadi lilin aromaterapi.
”Saya ingin lingkungan bersih dari limbah minyak jelantah, sekaligus membantu ekonomi keluarga di desa melalui produk bernilai jual ini,” jelas Usriana.
Pencapaian Usriana tak lepas dari dukungan lingkungan kampus UNITRI yang ia anggap sebagai rumah kedua. Skema beasiswa yang memadai serta bimbingan dosen yang responsif menjadi ruang tumbuh yang kondusif bagi mahasiswa daerah.
”Untuk teman-teman di daerah, jangan pernah takut kuliah. Di UNITRI biaya didukung banyak beasiswa dan dosen-dosennya sangat merangkul perjuangan mahasiswa,” pungkasnya.mut






