Mahasiswa FTAB UB Edukasi Ibu-Ibu PKK Sumbersari Purifikasi Minyak Jelantah Pakai Kunyit

Edukasi Ibu-Ibu PKK Sumbersari mendapat pengalaman baru dari mahasiswa FTAB UB

Malang, Bhirawa-Upaya meningkatkan literasi kesehatan dan keamanan pangan masyarakat terus dilakukan kalangan akademisi. Kali ini, mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), Tahta Alfina Prameswari, menggelar sosialisasi pemurnian minyak jelantah berbasis kunyit (Curcuma domestica Val.) kepada ibu-ibu PKK Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (2/7/2026).

​Kegiatan yang diikuti 17 peserta ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Hendri Cahya Aprilianto, S.TP., M.T., Ph.D.

​Digagasnya kegiatan ini berawal dari tingginya aktivitas memasak dan konsumsi minyak goreng di wilayah Kelurahan Sumbersari. Keberagaman latar belakang penduduk—mulai dari warga menetap, mahasiswa, hingga pelaku UMKM kuliner—membuat penggunaan minyak goreng secara berulang kali masih marak dijumpai. Padahal, kebiasaan mengonsumsi minyak yang sudah berwarna gelap dan berbau tengik memiliki risiko buruk bagi kesehatan jangka panjang.

​Ibu-ibu PKK dipilih sebagai sasaran utama program edukasi ini karena memiliki peran yang sangat strategis di dapur keluarga, sekaligus memegang jaringan sosial yang kuat hingga tingkat RT dan RW. Dengan begitu, mereka dinilai sangat potensial menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menerapkan pola hidup sehat di lingkungannya masing-masing.

​Dalam sosialisasi tersebut, materi yang disampaikan meliputi pemahaman mengenai ciri-ciri minyak jelantah yang sudah tidak layak pakai, bahaya konsumsi jangka panjang bagi kesehatan tubuh maupun pencemaran lingkungan, serta langkah praktis penjernihan minyak jelantah menggunakan bahan alami kunyit. Untuk meyakinkan peserta, tim mahasiswa juga memperlihatkan bukti visual perbandingan sampel minyak sebelum dan sesudah diproses.

​Guna mengukur efektivitas dan keberhasilan kegiatan, tim mahasiswa mengadakan tes tertulis melalui skema pre-test dan post-test. Hasil pemetaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dari ibu-ibu PKK, disertai antusiasme dan ketertarikan tinggi untuk mempraktikkan metode penjernihan tersebut secara mandiri di rumah.

​Dukungan penuh terhadap kesuksesan program ini turut diberikan oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Sumbersari, yang dipimpin langsung oleh Ketua PKK sekaligus Ibu Lurah, Bu Mitin Kartikasari, serta didampingi Bu Jannah selaku penggerak PKK. Keterlibatan aktif jajaran pengurus PKK dipandang penting guna memastikan keberlanjutan edukasi ini agar dampaknya terus meluas ke masyarakat yang lebih luas.

​Selain mendorong pola konsumsi pangan yang lebih bijak dan ramah lingkungan, program inovatif ini juga menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *