Feed Innovation Expo 2026 Mahasiswa UMM Pamerkan inovasi pakan ternak
Kota Malang, Bhirawa
Program Studi (Prodi) Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan siap kerja yang inovatif. Melalui gelaran Feed Innovation Expo 2026 yang digelar Rabu (1/7) kemarin, para mahasiswa semester empat sukses meluncurkan berbagai inovasi suplemen ternak organik komersial guna menjawab tantangan ketatnya persaingan industri peternakan global.
Dua produk yang paling menyedot perhatian dalam pameran berbasis pembelajaran proyek (project-based learning) ini adalah Garlicprem Poultry Mix dan Galaktagoga Alami Kambing Susu dalam Bentuk Kepingan Lapang (Galaksi Tab). Keduanya hadir sebagai solusi konkret atas permasalahan peternak di lapangan.
Dosen Peternakan UMM, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., menyatakan bahwa ekspo yang telah konsisten berjalan selama satu dekade ini merupakan implementasi konkret dari visi Inovasi Mandiri dan Berdampak. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori, tetapi wajib menggabungkan proyek bisnis terpadu, mulai dari analisis SWOT hingga penyediaan bahan baku lokal.
”Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga menciptakan produk komersial yang berangkat dari riset permasalahan di masyarakat hingga siap dipasarkan,” tegas Prof Indah di sela-sela acara.
Formulasi Garlicprem Poultry Mix yang dibuat mahasiswa menjadi terobosan strategis karena menawarkan formula 2-in-1 yang menggabungkan nutrisi premiks lengkap dengan fitobiotik alami dari ekstrak bawang putih (alisin). Inovasi suplemen unggas 100 persen organik ini menjadi jawaban untuk menghapus ketergantungan peternak pada antibiotik kimia atau Antibiotic Growth Promoter (AGP).
Selain efektif mendongkrak produktivitas dan daya tahan tubuh unggas, produk ini terbukti mampu menekan bau amonia kandang secara signifikan sehingga menghasilkan daging yang bebas dari residu bahan kimia berbahaya.
Sementara itu, produk Galaksi Tab hadir sebagai suplemen berbentuk kepingan praktis dari bahan alami demi meningkatkan kuantitas serta kualitas produksi susu kambing perah. Penggunaannya sangat efisien, peternak hanya perlu mencampurkan 2 hingga 3 keping per ekor setiap hari ke dalam pakan utama untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan menjaga kesehatan pencernaan ternak.
Untuk menyelaraskan inovasi mahasiswa dengan standar mutu global, ekspo ini juga menghadirkan pakar industri, Quality Assurance PT Cargill Indonesia, Wisnu Mukti Setiawan, S.Pt. Dalam kuliah pakarnya, Wisnu membeberkan bahwa penguasaan konsep Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) merupakan fondasi mutlak yang harus dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.
“Kalau QA, kita fokusnya di proses, sementara QC di produk. Jadi, QA ini adalah bagaimana kita menjaga selama proses produksi, dan QC sebagai inspeksi dan testing,” jelas Wisnu di hadapan para mahasiswa.
Seluruh produk inovasi pakan hasil pameran ini nantinya ditargetkan untuk bermuara pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) serta penciptaan wirausahawan muda melalui jalur kelulusan Skripsi Preneur. Melalui penguatan mental kewirausahaan dan pemahaman standar industri modern, lulusan Peternakan UMM diharapkan siap menjadi agen perubahan yang mendorong kemandirian industri peternakan nasional. mut








