Malang, Bhirawa– Mahasiswa peserta program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2026 FTAB UB berhasil mengembangkan inovasi alat tepat guna pengolah limbah whey keju. Inovasi berbasis bioteknologi ini memadukan kombinasi filtrasi fisik dan biologis untuk menekan tingkat pencemaran lingkungan akibat sisa produksi keju.
Whey merupakan cairan sisa pembuatan keju yang kaya akan bahan organik, protein, laktosa, dan mineral. Jika dibuang langsung tanpa penanganan tepat, kandungan ini berpotensi meningkatkan beban cemaran lingkungan secara signifikan.
Dalam skema alat yang dirancang, pengolahan melalui dua tahapan utama, Filtrasi Fisik: Whey dialirkan melalui kain saring untuk memisahkan partikel padat, sisa dadih, lemak, dan material berukuran besar berdasarkan ukuran fisiknya.
Juga :FTAB UB dan Shinshu University Jepang Bahas Inisiasi Kerja Sama Akademik
Filtrasi Biologis: Cairan kemudian masuk ke media biologis tempat mikroorganisme bekerja menguraikan sebagian bahan organik yang tersisa.
Alat ini dirancang menggunakan bahan yang mudah didapat, beroperasi secara sederhana, dan bersistem bertahap agar pengolahan lebih terarah. Selain fungsi teknis, tim PMM memberikan edukasi mengenai cara pengoperasian, pemeliharaan media filter, hingga pentingnya prosedur higienis selama pengolahan.
Dosen Pembimbing PMM, Dr.nat techn. Elok Waziiroh, menyampaikan bahwa hasil filtrasi saat ini menunjukkan peningkatan kejernihan secara visual.
”Saat ini hasil limbah whey yang difiltrasi sudah tidak berbau dan bebas endapan, namun belum memenuhi standar nilai baku mutu. Oleh karena itu, alat filtrasi ini masih dapat dikembangkan agar memenuhi parameter kualitas seperti pH, warna, bau, total padatan, COD, dan BOD,” jelas Elok
Pengujian laboratorium lanjutan tetap diperlukan guna mengukur efektivitas alat secara objektif. Melalui pengembangan bertahap, inovasi sederhana dan aplikatif ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha keju.mut












