Malang, Bhirawa– Universitas Widya Gama Malang (UWG) resmi mengukuhkan Prof. Dr. Hj. Ana Sopanah, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA. sebagai Guru Besar Akuntansi Sektor Publik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Dalam pengukuhannya, Prof. Ana menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Akuntansi Kearifan Lokal: Dari Nilai Budaya Menuju Akuntabilitas dan Keberlanjutan Organisasi.” Beliau menegaskan bahwa keberhasilan akuntabilitas publik tidak semata-mata ditentukan oleh regulasi formal dan angka, melainkan sangat dipengaruhi oleh nilai budaya serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Perempuan kelahiran Brebes, 11 Agustus 1979 ini menuntaskan pendidikan Sarjana di Universitas Widyagama Malang (2001), Magister di Universitas Gadjah Mada (2003), dan Doktoral di Universitas Brawijaya Malang (2013). Beliau juga memperkuat kompetensinya melalui pendidikan profesi di ICMA Australia (2013) serta PPA STIE MCE (2014).
Baca Juga:Penguatan SDM, UWG Malang Jajaki Kolaborasi Akademik dengan Pemkab Pamekasan
Rekam jejak riset Prof. Ana secara konsisten menggali praktik akuntansi pada komunitas berbasis kearifan lokal. Penelitian disertasinya mengenai Akuntansi Suku Tengger menjadi fondasi utama yang membuktikan bahwa nilai kejujuran, kebersamaan, dan kepatuhan mampu membentuk sistem pertanggungjawaban yang kokoh tanpa bergantung penuh pada formalitas aturan.
Eksplorasi akademiknya terus berkembang mencakup Suku Osing, Madura, Bali, NTT, seni Jaranan, hingga Komunitas Bantengan. Pada riset Akuntansi Bantengan, beliau menemukan bahwa organisasi sosial-tradisional memiliki sistem tata kelola keuangan yang transparan dan dipercaya bersama berkat landasan nilai guyup rukun, tepo seliro, paseduluran, dan uri-uri budoyo. Riset pada tradisi Ogoh-Ogoh di Bali juga menunjukkan bagaimana nilai ngayah, menyama braya, dan Tri Hita Karana membingkai pengalokasian sumber daya secara sosial dan keberlanjutan.
Selain produktif melahirkan karya ilmiah—terdiri dari 9 artikel Scopus, 16 publikasi internasional non-Scopus, 48 jurnal terakreditasi Sinta, serta sejumlah buku teks akuntansi—Prof. Ana juga aktif memangku berbagai posisi strategis.
Di antaranya sebagai Anggota Komite Profesi Akuntan Publik RI (2025–2028), Asesor LAMEMBA, Wakil Rektor III UWG, Sekretaris Umum FAME Indonesia, Wakil Ketua ISEI Malang Raya, serta Regional Director ICMA Australia perwakilan Indonesia. Mantan Dekan FEB UWG periode 2020–2024 ini berkomitmen menyusun Model Akuntansi Berbasis Kearifan Lokal guna memperkaya khazanah akuntansi sektor publik di tanah air.






