Mahasiswi Teknik Kimia ITN Malang Olah Limbah Biji Pepaya Jadi Kopi Herbal Antioksidan, Raih Juara 2 Internasional

Malang, Bhirawa-Dua mahasiswi Program Studi Teknik Kimia S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) berhasil menyulap limbah biji pepaya menjadi minuman herbal kaya antioksidan beraroma kopi. Inovasi kreatif tersebut mengantarkan Ajeng Wickrama Tunggal Dewi dan Ratih Dwi Andini meraih Juara 2 kategori Student / Fields: Engineering pada ajang International Competition of Academic and Innovation (ICAI) 2026.

​Kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Kolaborasi Dosen Lintas Negara (CeL KODELN) bekerja sama dengan CeL Malaysia di Yogyakarta tersebut diikuti oleh 83 perguruan tinggi dari delapan negara.

​Inovasi bertajuk “Food Technology-Based Development of Herbal Coffee from Papaya Seeds Using Different Papaya Varieties and Herbal Additives” ini berawal dari riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang sempat gagal seleksi, namun terus dikembangkan menjadi tugas akhir di bawah bimbingan dosen Ir. Faidliyah Nilna Minah, ST., MT.

​”Saat dosen pembimbing menerima kabar kalau kami mendapat juara 2, beliau kaget dan tidak menyangka. Alhamdulillah, lewat capaian ini artikel ilmiah kami juga ikut dipublikasikan di tingkat internasional,” ujar Ratih saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang.

​Dalam prosesnya, Ajeng dan Ratih mengolah biji pepaya varietas Thailand, California, dan lokal. Biji dikeringkan menggunakan dehydrator, kemudian di-roasting selama 10 menit untuk memunculkan aroma khas kopi sebelum dihaluskan. Untuk memperkaya rasa dan khasiat, formulasi dipadukan dengan bahan herbal seperti jahe, serai, kayu manis, daun pandan, serta mint segar.

​Ajeng menjelaskan, minuman ini diformulasikan bebas kafein (non-caffeinated beverage). Adapun potensi deteksi kafein pada uji laboratorium disebabkan oleh senyawa alkaloid dan fenolik alami dari biji pepaya yang terbaca oleh instrumen pengujian.

​Berdasarkan pengujian organoleptik dan aktivitas antioksidan metode DPPH, kombinasi biji pepaya lokal dengan tambahan jahe menghasilkan nilai IC₅₀ terbaik sebesar 52,2798 µg/mL yang tergolong sebagai antioksidan sangat kuat. Seluruh sampel juga dipastikan telah memenuhi standar kadar air dan kadar abu sesuai SNI 2983:2014.

​Dosen Pembimbing, Ir. Faidliyah Nilna Minah, ST., MT., mengapresiasi tinggi semangat pantang menyerah anak didiknya dalam mengembangkan riset bernilai ekonomi tinggi tersebut.

​”Mahasiswa harus berani berkompetisi. Gagal coba lagi, yang penting adalah keberanian dan mental pejuang tangguh. Masalah juara adalah bonus,” tutur Nilna. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed