Ende, Bhirawa– Universitas Negeri Malang (UM) melalui Tim Relawan UM terus melanjutkan aksi nyata misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Jumat (28/8), tim relawan meluncur menuju Kabupaten Manggarai Timur untuk memberikan penanganan kesehatan dan dukungan psikososial bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Setibanya di Pelabuhan Ende sekitar pukul 17.00 WITA, tim langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan relawan Universitas Nusa Cendana (Undana). Usai mematangkan pembagian tugas, rombongan melanjutkan perjalanan darat menantang selama kurang lebih 10 jam menuju Borong, Manggarai Timur.
Tantangan fisik dan medan terjal harus dihadapi para relawan sepanjang jalur lintasan. Beberapa titik lokasi yang dilalui mengalami longsor, sehingga material tanah menutupi badan jalan dan menuntut kehati-hatian ekstra. Meski harus membelah jalur berbahaya hingga larut malam, semangat tim untuk hadir di tengah masyarakat tidak surut.
Baca Juga :UM Kirim Tim Relawan Kemanusiaan Bantu Pemulihan Bencana Alam di NTT
Langkah operasional di lapangan telah terstruktur dengan matang:
Integrasi Penanganan: Setibanya di lokasi, tim melapor ke Health Emergency Operation Center (HEOC) Manggarai Timur agar seluruh intervensi terintegrasi dengan sistem tanggap darurat daerah.
Pusat Operasional: Tim mendirikan Posko Kolaborasi UM–Undana yang berpusat di sekitar Puskesmas Watunggong, Kecamatan Congkar.
Fokus Layanan: Selain pemulihan fisik dan layanan medis, tim menitikberatkan pada pendampingan psikososial (Psychological First Aid) untuk membantu melepaskan rasa trauma, kehilangan, serta rasa cemas masyarakat pascabencana.
Aksi kemanusiaan lintas perguruan tinggi ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dalam menjaga kesehatan mental serta fisik warga, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antara UM dan Undana.
Melalui kehadiran langsung di lapangan, Tim Relawan UM memastikan masyarakat terdampak tidak berjuang sendirian dalam melewati masa-masa sulit pemulihan pascabencana.








