Tangkis Dampak Era Digital, Hikmah Bafaqih Minta Keluarga di Malang Raya Perkuat Kolaborasi dan Komunikasi

Kota Malang, Bhirawa-Perkembangan teknologi digital dan pesatnya perubahan sosial kini menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan keluarga. Menanggapi dinamika tersebut, ratusan perwakilan komunitas se-Malang Raya berkumpul membahas langkah strategis penguatan fondasi keluarga dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Savana Hotel & Convention Malang, Minggu 30/8.

​Kegiatan yang berlangsung di Jalan Letjen Sutoyo 30–34, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini menghadirkan Ketua DPC PKB Kota Malang, Hikmah Bafaqih, M.Pd. Forum ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang dialog antar-elemen masyarakat yang peduli pada isu sosial, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan dan anak.

​Dalam pemaparannya, Hikmah Bafaqih menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak boleh sekadar dipandang dari kacamata kemandirian ekonomi. Lebih mendasar dari itu, keluarga harus memiliki kemampuan dalam membangun komunikasi yang sehat, menjaga nilai kearifan lokal, serta siap mendampingi tumbuh kembang anak di era digital.

​”Ketahanan keluarga bukan hanya soal bagaimana keluarga mampu bertahan menghadapi persoalan ekonomi. Lebih dari itu, menyangkut kemampuan membangun komunikasi, menjaga nilai-nilai kebersamaan, mendampingi anak, serta menghadapi perubahan sosial secara bersama-sama,” ujar Hikmah di hadapan ratusan peserta.

​Politisi yang aktif menyuarakan isu-isu sosial ini menambahkan, percepatan teknologi kerap kali memicu jarak antar-anggota keluarga jika tidak disikapi dengan bijak. Oleh karena itu, benteng pertama pembentukan karakter anak tetap berakar dari dalam rumah.

​”Keluarga harus menjadi ruang pertama untuk pendidikan karakter, tempat anak mendapatkan rasa aman, sekaligus tempat tumbuhnya nilai-nilai gotong royong dan kepedulian. Ketika keluarga kuat, fondasi masyarakat pun akan jauh lebih kokoh,” tegasnya.

​Tak hanya itu, Hikmah mengingatkan bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, komunitas masyarakat, lembaga pendidikan, hingga elemen sosial perlu bergandengan tangan.

​Menurutnya, keberadaan komunitas memiliki peran yang sangat strategis sebagai ruang berbagi pengalaman, membangun solidaritas, serta menghadirkan solusi konkret atas berbagai dinamika keluarga di lapangan.

​”Forum seperti ini penting agar kita tidak sekadar berwacana soal masalah keluarga, tetapi juga membangun jejaring antar-komunitas. Dengan begitu, masyarakat bisa saling belajar dan saling menguatkan,” pungkasnya.

​Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang jalannya diskusi dan pemaparan. Melalui sosialisasi ini, gerakan penguatan ketahanan keluarga diharapkan dapat berdampak nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat Malang Raya.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *