Pengabdian UB dan UWG Dorong CV SPL Jaya Ngawi Tembus Pasar Tepung Pisang Non-Gluten Ekspor

Malang, Bhirawa-Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (UPUD) Kemendiktisaintek Tahun 2026 mendorong CV Sumber Pangan Lestari Jaya (CV SPL Jaya) untuk meningkatkan daya saing tepung pisang dan memperluas pemasarannya hingga ke pasar ekspor. Program pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Prof. Dr. Widya Dwi Rukmi Putri, S.T.P., M.P. dari Universitas Brawijaya (UB), dengan anggota Prof. Dr. Wuryan Andayani, S.E., Ak., M.Si., Dr. Ir. Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas, M.P., serta Prof. Dr. Ir. Moh. Su’i, M.P. dari Universitas Widyagama Malang (UWG). Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut mengintegrasikan keahlian dalam bidang teknologi pangan, teknologi hasil pertanian, manajemen finansial, pengembangan produk, dan pemasaran.

​CV SPL Jaya merupakan industri di Kabupaten Ngawi yang mengembangkan tepung berbasis komoditas lokal, dengan tepung pisang sebagai salah satu produk unggulannya. Tepung pisang berpotensi digunakan sebagai bahan baku berbagai produk non-gluten, seperti cookies, cake, snack, bubur, dan tepung premiks.

​Peluang ekspor tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap bahan pangan lokal yang memiliki mutu konsisten, aman, dan mampu memenuhi spesifikasi pembeli. Namun, pemasaran ke luar negeri tidak hanya membutuhkan produk yang berkualitas, tetapi juga fasilitas produksi yang memadai, sistem jaminan keamanan pangan, dokumentasi yang lengkap, serta sarana promosi yang dapat menjangkau calon pembeli internasional.

Baca Juga : Kembangkan Diversifikasi Pangan di Vietnam, Mahasiswa UB Buat Snack Bar dari Limbah Olahan Kacang Tanah

​Prof. Widya menjelaskan, “Salah satu bentuk pendampingan yang kami lakukan diantaranya adalah dengan penyusunan dan perbaikan tata letak tempat usaha berdasarkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) atau Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. Harapan kami penerapan GMP berkelanjutan dapat menjadi fondasi bagi CV SPL Jaya dalam membangun sistem keamanan pangan yang lebih kuat,” paparnya.

​Lebih lanjut dijelaskan juga bahwa pendampingan tidak berhenti pada perbaikan tata letak, tetapi juga mencakup penyusunan prosedur operasional standar, penerapan higiene dan sanitasi, pengendalian proses, pencatatan produksi, ketertelusuran bahan baku, serta peningkatan pemahaman sumber daya manusia. Pemenuhan persyaratan dasar ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan perusahaan untuk mengembangkan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan mengajukan sertifikasinya melalui lembaga yang berwenang.

​Selain penerapan GMP dan HACCP, program ini juga mendampingi pengembangan website CV SPL Jaya sebagai sarana pemasaran digital berorientasi ekspor. Website dirancang sebagai etalase perusahaan yang memuat profil usaha, jenis dan spesifikasi produk, kapasitas produksi, keunggulan tepung pisang, proses pengolahan, legalitas, sertifikasi, dokumentasi fasilitas, serta informasi kontak untuk penjajakan kerja sama.

​Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat, CV SPL Jaya diharapkan dapat berkembang menjadi produsen tepung pisang yang terstandar, dipercaya oleh calon pembeli, dan mampu memasuki rantai pasok produk non-gluten di pasar internasional.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *