Perkuat Karakter Siswa, Tim MRA MAN 2 Kota Malang Belajar Praktik Baik ke MIN 1 Kota Malang

Malang, Bhirawa – Penguatan iklim belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak terus digencarkan kalangan madrasah di Kota Malang. Kali ini, Tim Madrasah Ramah Anak (MRA) MAN 2 Kota Malang menyambangi MIN 1 Kota Malang dalam agenda sharing praktik baik (best practice), Jumat 6/11.

​Pertemuan yang berlangsung di Ruang Meeting MIN 1 Kota Malang tersebut menjadi wadah kolaboratif kedua institusi dalam mematangkan strategi perlindungan anak serta membangun ekosistem madrasah yang menyenangkan.

​Rombongan MAN 2 Kota Malang dipimpin langsung Ketua MRA Dr. Gunawan, MA., bersama 10 koordinator bidang, disambut hangat Ketua MRA MIN 1 Kota Malang Abdul Fatah, S.Ag., M.Pd.I., beserta jajaran.

​Dr. Gunawan menyampaikan, kunjungan ini bertujuan menyerap pengalaman berharga dari MIN 1 Kota Malang yang dinilai telah matang mengimplementasikan program ramah anak. Mengutip pesan bijak sahabat Ali bin Abi Thalib, silaturahmi ini diyakini membawa keberkahan dan transfer pengetahuan positif.

​”MIN 1 Kota Malang punya rekam jejak dan pengalaman relevan yang patut kami pelajari. Kami ingin program MRA ini tidak hanya berhenti di tahap perencanaan, tetapi berkelanjutan dan terukur. Karena itu, penyiapan dokumen bukti (eviden) yang rapi juga menjadi kunci pemantauan progres,” jelas Gunawan.

​Inovasi Aplikasi CintaQ dan Gerakan Anti-Bullying

​Menyambut hal itu, Ketua MRA MIN 1 Kota Malang Abdul Fatah memaparkan capaian implementasi MRA di madrasahnya yang telah menembus 70 persen. Sejumlah regulasi ketat diterapkan, mulai dari pembatasan gawai, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), hingga sanksi tegas larangan perundungan (bullying) verbal seperti memanggil teman dengan nama orang tua.

​Siswa juga dibiasakan mempraktikkan “empat kata ajaib”—permisi, maaf, tolong, dan terima kasih—yang dipelopori para kader serta Duta MRA.

​”Kami juga mengembangkan inovasi digital, salah satunya program CintaQ (Catatan Integrasi Aktivitas Q) untuk memantau pembiasaan karakter murid di madrasah maupun di rumah bersama orang tua, serta platform M-One Digital guna memantau dan mencegah aksi perundungan siber,” beber Abdul Fatah.

​Inklusi dan Kurikulum Berbasis Cinta

​Penguatan karakter kebangsaan dan spiritual di MIN 1 Kota Malang turut diselipkan lewat rutinitas menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mitigasi siaga bencana, hingga pelatihan pendidikan inklusi bagi guru bersama akademisi UIN.

​Perwakilan Tim MRA MIN 1 Kota Malang, Bu Ar, menambahkan keberhasilan program tak lepas dari pelibatan aktif siswa dan guru sebagai duta penggerak di lingkungan madrasah.

​Kegiatan ditutup dengan komitmen tindak lanjut kerja sama secara intensif antara kedua lembaga madrasah unggulan tersebut, demi mewujudkan lingkungan pendidikan Jawa Timur yang bebas kekerasan dan ramah bagi tumbuh kembang anak.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *