Perkuat Kerja Sama, UB dan Unram Latih Guru SMK Pertanian NTB Kuasai AI dan Bioinformatika

Guru SMK Pertanian dan Peternakan di Nusa Tenggara Barat untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Data

Mataram, Bhirawa-Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi berbasis teknologi di berbagai daerah. Langkah strategis ini ditunjukkan melalui jalinan kerja sama antara UB dan Universitas Mataram (Unram) yang diwujudkan lewat penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS), belum lama ini.

​Penandatanganan yang berlangsung di Auditorium FKIP Unram, Kota Mataram ini dilakukan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unram (FKIP Unram) dan Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika UB (FSTeM UB).

​Kesepakatan tersebut menjadi payung hukum sinergi kedua fakultas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sekaligus, menandai dimulainya program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Literasi Artificial Intelligence dan Bioinformatika bagi Guru SMK Pertanian dan Peternakan di Nusa Tenggara Barat untuk Mendukung Pembelajaran Berbasis Data” yang digagas oleh Departemen Biologi FSTeM UB.

​Usai seremoni penandatanganan, tim PkM UB melangkah ke SMK PPN Mataram untuk menggelar pelatihan teknis, dengan Unram bertindak sebagai tuan rumah pendamping. Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 guru yang mewakili enam sekolah di NTB, yakni SMK PPN Mataram, SMKN 1 Kuripan, SMKN 1 Narmada, SMKN 1 Bayan, SMKN 1 Sakra, dan SMKN 1 Batukliang Utara.

​Ketua Tim PkM UB, Yoga Dwi Jatmiko, S.Si., M.App.Sc., Ph.D., memimpin langsung jalannya kegiatan dengan menghadirkan deretan pemateri ahli seperti Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Dinia Rizqi Dwijayanti, S.Si., M.Si., D.Sc., serta Dr. Muhammad Hermawan Widyananda, S.Si., M.Si. sebagai research fellow. Tim ini juga diperkuat mahasiswa Pascasarjana Departemen Biologi FSTeM UB (S2 dan S3) yang bertindak sebagai fasilitator pelatihan.

​Kepala SMK PPN Mataram, Sugiarta, S.Pi., M.Pd., M.Si., saat membuka kegiatan memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi tersebut. Pihaknya berharap sinergi ini melahirkan dampak positif berkesinambungan serta memperbesar peluang lulusan SMK di NTB untuk menembus jenjang perguruan tinggi negeri ternama seperti UB.

​Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dalam sambutannya menggarisbawahi peran krusial pendidik di era digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) harus senantiasa diimbangi dengan integritas, etika, dan nilai-nilai moral.

​”Penguasaan teknologi seperti AI oleh tenaga pendidik harus berjalan seiring dengan etika dan tanggung jawab moral. Hal ini penting agar teknologi benar-benar hadir untuk menguatkan karakter serta kualitas peserta didik,” tegas Prof. Widodo.

​Kaprodi S1 Pendidikan Biologi FKIP Unram, Dra. Dewa Ayu Citra Rasmi, M.Si., menambahkan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam mendorong pembangunan daerah. Sinergi ini diyakini mampu meningkatkan kompetensi guru yang pada akhirnya akan mendongkrak kualitas pendidikan dan daya saing ekonomi masyarakat di NTB.

​Rangkaian pelatihan diawali dengan tes awal (pre-test) guna memetakan pemahaman dasar peserta. Sesi materi dibuka oleh Dinia Rizqi Dwijayanti yang memaparkan konsep dasar bioinformatika dan pengolahan data biologis berbasis komputasi untuk sektor pertanian dan peternakan. Pada sesi ini, Dinia juga mengenalkan Program Studi S1 Bioinformatika FSTeM UB sebagai alternatif pilihan studi lanjut bagi para siswa SMK.

​Materi bioinformatika kemudian diperdalam oleh Dr. Muhammad Hermawan Widyananda yang membedah penggunaan berbagai basis data (database) terbuka sebagai media pembelajaran kontekstual di kelas.

​Selanjutnya, Ketua Tim PkM Yoga Dwi Jatmiko membawakan materi pengantar AI. Yoga menjelaskan implementasi AI secara etis dalam pembuatan perangkat ajar, analisis data, hingga desain pembelajaran berbasis proyek. Ia mengingatkan agar para guru tetap kritis mengevaluasi luaran AI agar teknologi berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru.

​Para guru nampak antusias saat memasuki sesi praktik langsung penggunaan platform AI. Didampingi mahasiswa pascasarjana UB, peserta aktif berdiskusi mengenai integrasi AI dalam Kurikulum Merdeka hingga penerapan bioinformatika pada pelajaran biologi dan agribisnis.

​Sinergi UB dan Unram juga tercermin dari keterlibatan akademisi Unram sebagai pemateri. Pada sesi siang, dua dosen Pendidikan Biologi FKIP Unram, Dra. Dewa Ayu Citra Rasmi, M.Si. dan Rubiyatna Sakaroni, S.Pd., M.Si., memberikan pelatihan praktis pembuatan ecoenzyme sebagai pupuk cair organik.

​Seluruh rangkaian acara ditutup dengan evaluasi (post-test) untuk mengukur efektivitas pelatihan sebagai pijakan program pendampingan berikutnya. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *