Perkuat Lingkungan Belajar Inklusif, SMAN 6 Kota Malang Gelar Workshop HEXA SAFE ZONE

Malang, Bhirawa— SMAN 6 Kota Malang menegaskan komitmennya dalam memperkuat iklim pendidikan yang ramah anak melalui pelatihan komunikasi interaktif bertajuk “HEXA SAFE ZONE”, Selasa 27/10. Bertempat di Ruang Pertemuan sekolah, agenda ini diikuti seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan (tendik) guna mengasah seni berinteraksi bersama peserta didik secara lebih humanis.
​Pelatihan menghadirkan pakar komunikasi dan praktisi Neuro-Linguistic Programming (NLP), Sri Sudarwati, MM, C.PPS, C.NLP, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi bahwa interaksi antara pengajar dan peserta didik tidak sekadar proses transmisi materi pelajaran, melainkan sarana membangun ikatan emosional demi terciptanya rasa aman di ruang kelas.
​”Komunikasi efektif adalah fondasi utama rasa aman di sekolah. Murid yang merasa benar-benar didengar akan lebih mudah membuka diri, dan dari keterbukaan itulah proses belajar bermakna bisa tumbuh,” ujar Sri Sudarwati di hadapan puluhan tenaga pendidik.
​Ia menambahkan, penguasaan bahasa tubuh memegang peranan krusial dalam interaksi sehari-hari. Bahasa tubuh terbuka, kontak mata yang hangat, serta gestur mengangguk saat menyimak tuturan siswa dinilai efektif meningkatkan rasa percaya diri anak tanpa perlu pendekatan otoriter.
​Selain menyimak materi konseptual, para peserta turut terlibat dalam simulasi interaktif. Simulasi tersebut membedah ragam persoalan riil di lingkungan belajar, mulai dari memotivasi anak yang pasif, menjalin dialog dengan siswa introver, hingga merespons anak yang menghadapi masalah disiplin secara empatik.
​Kepala SMAN 6 Kota Malang menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme seluruh pendidik dalam menyerap kompetensi baru ini. Menurutnya, pemahaman psikologis melalui komunikasi yang terarah sejalan dengan visi sekolah dalam menghadirkan ruang aman dan suportif bagi seluruh warga sekolah.
​”Kompetensi berkomunikasi merupakan modal dasar bagi setiap guru. Melalui semangat ‘HEXA SAFE ZONE’, kami berharap seluruh tenaga pendidik mampu menerapkan pendekatan ini di kelas, sehingga para siswa senantiasa merasa dihargai dan didampingi secara optimal sepanjang proses belajar,” pungkasnya.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed